Lubang Jarum Kehidupan

28 05 2012
“Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Lubang pintu yang disebut ‘lubang jarum’ adalah sebutan orang Yahudi bagi pintu masuk kota yang berbentuk dengan lubang jarum sempit memanjang. Pintu ‘lubang jarum’ yang berada di tembok pembatas kota baru dapat digunakan bila pintu gerbang kota ditutup setelah ”jam kerja”. Hanya penduduk kota yang bisa masuk lewat pintu lubang jarum yang dijaga tentara. Unta bisa lewat kah? Bisa sekali karena memang pintunya masih cukup tinggi untuk dilewati unta. Unta memang masih bisa lewat pintu lubang jarum, tetapi penumpang dan barang-barangnya harus diturunkan terlebih dulu. Mengapa? Karena harus diperiksa oleh penjaga pintu, apakah ia benar-benar penduduk kota dan barang-barangnyapun harus di ”screening” apakah kena pajak atau tidak. Kalau penumpang atau bebannya tidak diturunkan dari unta maka rombongan sudah pasti tidak akan dijinkan masuk melalui pintu penjagaan tersebut. Setelah lolos dari pemeriksaan, unta pun harus ditarik masuk kedalam lubang jarum, karena ia tidak akan berjalan sendiri tanpa ditarik tuannya melalui lorong sempit dan gelap. Read the rest of this entry »





Pentakosta – Film Soegija (Mgr Pujasumarta)

27 05 2012

Minggu, 27 Mei 2012, Hari Raya Pentekosta, di kapel Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan Yogyakarta diselenggarakan perayaan Ekaristi untuk pelantikan lektor dan akolit untuk 8 frater menjelang Tahun Orientasi Pastoral mereka. Pentekosta yang dialami Gereja perdana merupakan perayaan keragaman yang dipersatukan oleh Roh Kudus. Berbagai bangsa dengan bahasa mereka masing-masing karena Roh Kudus mampu mengenal pembicaraan yang terjadi.

Peristiwa Pentekosta adalah anti-Babel, yang menceraikan bangsa manusia, karena mereka tidak bisa memahami bahasa-bahasa. Pada kesempatan homili saya ceritakan bahwa Film Soegija masuk MURI kecuali karena jumlah pemain yang terlibat mencapai 2.275 juga karena ada 6 bahasa digunakan dalam pembicaraan di film tsb: Latin. Belanda, Inggris, Jepang, Jawa dan Indonesia. Berbagai bahasa itu bisa difahami karena bahasa yang mempersatukan, yaitu bahasa kemanusiaan. Kemanusiaan itu satu…… Read the rest of this entry »





Novena Pentakosta: Hari IX

26 05 2012

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus

Para rasul, para murid bersama Bunda Maria , duduk di ruang atas menjalani Novena pertama dalam Gereja. Dan akhir dari doa-doa dan pujian mereka adalah datang dan turun berkunjungnya Roh Kudus, Roh yang dicurahkan ke atas mereka.

Besok pagi kita merayakan Pesta agung Pentakosta, turunnya Roh Kudus yang menandai lahirnya Gereja. Apa dam siapa Roh Kudus itu? Sukar sekali diungkapkan. Penulis Kisah Para Rasul menggunakan simbol-simbol untuk menggambarkan Roh Kudus. Ada tiga simbol: angin, nyala api dan kemampuan lidah berbicara. Ketiga simbol itu ingin mengatakan kepada kita siapa Allah Roh Kudus itu.

Read the rest of this entry »





Novena Pentakosta: Hari VIII

25 05 2012

Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

Kita mengenal  bermacam-macam karunia, tetapi hanya ada satu Roh. Tercatat dalam surat Santo Paulus ada sembilan karunia Roh yang dikaruniakan kepada kita, tetapi semuanya untuk membangun hidup jemaat demi kesejahteraan rohani dan jasmani umat. Tuhan berkenan memberikan karunia itu kepada kita masing-masing dan berbeda-beda. Dan kita perlu untuk percaya dan membiarkan diri kita dipimpin serta dikuasai oleh Roh Kudus. Bila kita pernah mengatakan ‘sanggup’ dan memang telah ‘melayani’, maka baik kesanggupan yang kita ucapkan dan laksanakan serta pelayanan-pelayanan yang kita lakukan, itu semua haruslah kita sadari bahwa itu adalah ‘karunia’, yang dianugerahkan kepada kita secara cuma-cuma oleh Tuhan dan seturut kehendakNya.

Setiap dari kita – entah berapapun yang Tuhan berikan kepada kita – kita perlu mengembangkan karunia itu sebaik mungkin dan setinggi mungkin, didalam paroki dimana kita berada, khususnya dalam Lingkungan atau Wilayah kita masing-masing, atau di lingkungan tempat kerja kita, sebagaimana dalam umat basis. Kita perlu mengenali apa karunia khusus yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Bakat dan talenta apa yang Tuhan berikan kepada kita. Dengan karunia khusus dan dengan talenta atau bakat yang Tuhan karuniakan itulah kita perlu ikut serta ambil bagian aktif dalam karya-karya pelayanan. dalam hidup penuh peduli di komunitas kita masing-masing. Read the rest of this entry »





FILM SOEGIJA, JASMERAH

25 05 2012

Senin (21/5) di E-Plaza Semarang telah berlangsung nobar perdana film Sogija. Hadir dalam nobar, uskup agung Semarang, tokoh umat, perwakilan media, tokoh-tokoh lintas  agama, para provinsial, bahkan sutradaranya sendiri Garin Nugroho hadir ikut menonton. Acara dimulai pk. 09.00 dengan sharing  pengalaman dan dilanjutkan pemuturan filmnya sampai pk. 11.55.

Mengawali pemutaran perdananya, Uskup Agung Pujasumarta mengucapkan terima kasih kepada para donatur, sutradara dan produser. Tepatlah ucapan terima kasih ini karena film ini dari dan untuk bersama. Setelah mengalami jatuh bangun dalam proses pembuatannya, akhirnya film ini selesai. Dan memang film Sogija luar biasa bagus. Film berdurasi 110 menit mampu mengaduk-aduk rasa hati penonton. Penonton dibuat menahan nafas, tertawa karena lucunya hidup ini, dan menangis, bahkan kendati tidak ingin menangis, tetapi air mata jatuh sendiri. Read the rest of this entry »





Novena Pentakosta: Hari VII

24 05 2012

Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.

Minggu pagi-pagi saya bangun. Saya ingat Misa di gereja pukul 7 pagi. Saya mulai mau berkemas-kemas dan berdoa pagi dulu. Dalam doa pagi dengan duduk di pinggir tempat tidur, bukan syukur dan mohon berkat untuk hari itu, tetapi yang meluncur di pikiran saya ‘o ya ada janji mau ketemu teman, aduh banyak pekerjaan yang belum selesai, kemarin kan diaree – betulkah saya sudah sembuh?’. Saya harus memilih, saya harus menentukan: ke gereja atau tidak?! Tetapi aspek gelap yang ada dalam diri saya muncul dan memberi alasan panjang untuk tidak ke gerja pagi itu.

Itulah ‘daging’ yang disebut sebagai istilah St Paulus untuk menggambarkan sisi gelap yang ada dalam diri kita manusia ini. Dan ini sering kita rasakan muncul dan mau mengemudikan hidup kita. Jadi betul juga apa yang dikatakan St. paulus bahwa kita tidak melakukan apa yang telah kita ingin lakukan tetapi justru apa yang sebaliknya. Read the rest of this entry »





Novena Pentakosta : Hari VI

23 05 2012

supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu

Bacaan Surat Paulus di bawah ini mengajak kita mengenakan ‘manusia baru’ kita. Tetapi sayangnya sering permandian kita, kita pandang sebagai suatu mantera saja atau suatu KTP yang asal jadi, maka kita menganggap bahwa diri kita sudah dapat diterima dalam Kerajaan Allah. Maka banyak anak dipermandikan dan orang tua merasa sudah cukup bagi anak-anak itu untuk menjadi orang-orang kristiani. Orang-orang dalam sakratul maut juga minta dipermandikan dan anak-anak merasa bahwa itu cukup untuk papi atau mami yang tua itu, supaya orangtua mereka diterima oleh Tuhan.

Diterima atau tidak oleh Tuhan, itulah pasti keputusan Allah pada saat orang-orang menghadap kepadaNya. Tetapi anak-anak yang dipermandikan dan tidak dididik secara kristiani, pasti mereka tidak dapat disebut demikian, karena yang menentukan menjadi kristiani adalah sikap atau perilaku sebagai orang yang rela mengikuti cara kehidupan Yesus. Jadi dari orangtuanyalah anak-anak kita mengenal Yesus, mengenal hidup benar secara kristiani. Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.