Fiat Voluntas Tua

Pesan DIbalik Sabda Tuhan

| 0 comments

“PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal”

Memperhatikan orang-orang yang datang ke Misa, sering geli juga mendengar komentar mereka terhadap homili romo. Kalau romo nya lucu banyak mengundang tawa, mereka bilang kotbahnya bagus menyegarkan. Kalau romonya bicara terlalu lama, mereka mengatakan kotbahnya membosankan. Kalu romonya bicara sedikit keras mengingatkan mereka akan perilaku yang harus ditinggalkan, katanya romonya galak. Marh-marah di mimbar hehehe…. Kalau romonya promosi tentang suatu hal, dikatakan romo mata duitan. Kita hanya ingin mendengar apa yang menyenangkan hati kita saja. Diluar dari itu tidak penting.

Mungkin kita tidak menyadari bahwa mempersiapkan homili itu amat sangat susah dan bisa bikin perut para romo mules. Bayangkan anda harus membuat renungan sejalan dengan bacaan hari itu tetapi harus bisa ditangkap umat dalam rentang usia macam-macam, latar belakang yang berbeda dan harus menarik. Kalau 3 menit pertama tidak mampu menarik pendengar, umat bisa sibuk sendiri dengan HP sucinya dan bahkan ada yang siap-siap pasang posisi tidur.

Saya sendiri memerlukan waktu khusus untuk mempersiapkan renungan bila diminta melayani di PDKK atau OMK. Tidak mudah mempersiapkan renungan dengan tema tertentu dalam waktu 45 menit. Nah apalagi waktu yang disediakan lebih singkat lagi, tidak bisa berpanjang-panjang cerita dengan berbagai contoh.

Kita sering tidak menyadari bahwa setiap perkataan yang telah difirmankan Allah tidak kembali dengan sia-sia (Yes 55:11 Demikianlah firman Ku  yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia  ,  tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasildalam apa yang Kusuruhkan kepadanya). Artinya apa yang sudah ditetapkan dan dirancang Allah pasti menjadi kenyataan, terlepas bagaimana Firman itu diterima, ditolak ataupun dikomentari para pendengarnya.  Semua Firman yang telah disabdakan bermaksud baik, tidak ada rancangan kejahatan didalamnya, semua dimaksudkan untuk kebaikan manusia pada akhirnya.

Maka marilah kita menerima setiap perkataan Tuhan dengan iman yang teguh. Apapun yang akan kita hadapi, FirmanNya tetap akan selama-lamanya. Ia yang telah menyatakan diriNya setia, pasti akan menyertai kita dalam berbagai keadaan, suka duka, sedih senang, maupun saat kita sedang berdosa dan disisihkan orang. Sang Sabda telah menjadi daging dan tinggal diantara kita, maka Ia tahu sekali apa yang kita alami.  Kita diharapkan menjadi anak-anak yang tahan banting, tidak cengeng dan lemah iman.

Ia rindu untuk dapat melihat kita yang bertumbuh didalam pengenalan akan Tuhan, sungguh-sungguh juga merindukan kehadiranNya dalam setiap sisi kehidupan kita. Perkataan-perkataan keras hanyalah suatu peringatan bahwa Ia lebih mencintai kita, Tuhan hanya ingin kita tidak lupa bahwa Ia telah lebih dulu mencintai kita daripada kita mencintaiNya.

=====================================================================================================
Bacaan Injil Yoh 6:60-69

“Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Leave a Reply

Required fields are marked *.