Fiat Voluntas Tua

Kalau Sudah Berjumpa DenganNya, Akhirnya Memilih Jalan Kehidupan Lain

| 0 comments

“Kami datang dari timur untuk menyembah Sang Raja.”

Cukup lama tidak menulis, tugas ke daerah sebulan lalu ditambah modem yang bermasalah, menyulitkan saya untuk melakukannya. Kebiasaan menulis harus menjadi satu resolusi selain olahraga rutin di 2013. Semoga dengan tempat kerja yang baru, lengkap dengan fasilitas baru, menambah semangat baru untuk menggapai impian… tssaaah…

Dalam melihat kembali rencana dan target saya di 2012 yang belum terlaksana, membuat saya harus siap dengan berbagai kejutan. Tawaran untuk membuka jasa konsulting dengan bendera sendiri disaat usaha lainnya belum ada kemajuan, membuat saya harus fokus pada apa yang ingin saya cari dalam hidup. Puji Tuhan setiap kali mengikuti Misa, saya diingatkan kembali bahwa bukan itu pertanyaannya tetapi justru pada apa sebenarnya yang Tuhan ingin saya lakukan dalam sisa hidup ini. Saya kembalikan semua rencana kedalam tangan Tuhan saat pengambilan keputusan. Tidak cukup hanya sekali berdoa, tetapi setiap kali saya doakan sampai saya tahu dan benar-benar yakin bahwa belum saatnya saya menyimpang ke kiri atau kanan dari rencana semula. Saya percaya Tuhan membuat indah pada waktunya, tetap ada damai sejahtera di hati walau apa yang direncanakan tidak terjadi. Providentia Devina – segalanya dalam penyertaan Tuhan. Injil hari ini mengingatkan kita bahwa janji Tuhan untuk mengirimkan Juru Selamat, yang hadir ditengah manusia, berwujud bisa disentuh dan disapa,  melalui seorang bayi di Bethlehem, seharusnya sudah cukup mengarahkan kita mengikuti bintang spiritual yang terus menyala sepanjang hidup kita. Pemberian Allah yang luar biasa, mulai dari kelahiran Kristus sampai dengan wafat dan kebangkitanNya, merupakan hadiah yang tidak ternilai bagi setiap mahluk di bumi. Ia hadir dan datang ke bumi untuk memberikan hadiah keselamatan bagi siapapun yang percaya kepadaNya. Ia mati untuk menebus dosa semua umat manusia sesuai dengan janji Allah kepada Nabi Musa dan Bapa Abraham.

Maka bila kita sungguh-sungguh mencari keselamatan sama seperti ketiga orang majus, meninggalkan kehidupan mereka untuk bertemu Sang Juru Selamat, tentu kita akan memberikan hal yang tebaik seperti mas, kemenyan dan mur, sebagai persembahan syukur kita. Kehidupan kita termasuk keseharian kita dalam perkataan dan perbuatan yang memuliakan Allah sungguh menjadi persembahan yang harum bagiNya.

Bila kita telah mengalami perjumpaan pribadi dengan sang Penebus, mengalami sukacita karena telah menerima janji keselamatan yang diberikanNya, kita tidak akan lagi mau kembali ke kehidupan yang lama, yang berujung pada maut. Kita hanya akan melangkah mengikuti pimpinan Roh Kudus yang membimbing kita menghindari berbagai ancaman. Sama seperti ketiga orang majus, mereka dipimpin Allah untuk mengambil jalan lain agar tidak bertemu dengan raja Herodes. Ada saatnya dalam kehidupan kita meninggalkan rencana kita sendiri dan mengambil jalan lain yang telah diberikan Allah demi kebaikan kita.

Saya bersyukur di tahun yang baru ini, Tuhan memberikan jalan yang lain, diluar rencana saya semula. Perusahaan konsultan tempat saya bekerja bergabung dengan perusahaa konsultan internasional. Artinya saya akan mendapatkan tantangan pekerjaan yang jauh lebih besar tetapi dengan jaringan yang lebih luas. Saya percaya ini semua karena campur tangan Tuhan dalam hidup saya. Semoga di tahun 2013 kita semua tetap memandang dan mengarahkan diri kita mengikuti bintang kehidupan dari hari ke hari. Tuhan tetap menyertai setiap orang yang bersedia bertindak dan melangkah mengikuti pimpinanNya karena Ialah Sang Imanuel – Allah beserta kita.

===========================================================================

Bacaan Injil Matius 2:1-12
Pada zaman pemerintahan raja Herodes, sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari timur ke Yerusalem. Mereka bertanya-tanya, “Dimanakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di ufuk timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Mendengar hal itu, terkejutlah Raja Herodes beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena beginilah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau, Betlehem di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu, dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergilah, dan selidikilah dengan saksama hal-ikhwal Anak itu! Dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata Raja Herodes, berangkatlah para majus itu. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya. Lalu mereka sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya, dan mempersembahkan persembahan kepada Anak itu, yaitu emas, kemenyan dan mur. Kemudian, karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain.

Leave a Reply

Required fields are marked *.