Fiat Voluntas Tua

Kisah perjuangan iman dibalik lagu “The Twelve Days of Christmas”

| 1 Comment

Untuk jutaan orang, lagu “Twelve Days of Christmas” hanya merupakan lagu yang lucu dan tidak jauh berbeda dengan lagu-lagu lain seperti “I saw Mommy Kissing Santa Claus”, dan “Rudolph the Red-nosed Reindeer”. Intinya, banyak lagu-lagu Natal yang isinya tidak masuk akal dan hanya merupakan penggembira pada saat Natal.

Namun meskipun kata2 di lagu “Twelve Days of Christmas” ini agak tidak masuk akal, lagu ini pernah menjadi salah satu alat pengajaran iman Katolik yang paling penting di Inggris.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=b7cSZD1GPuU]

Pada awal abad ke-enambelas di Inggris, agama Katolik dilarang secara hukum. Para pemeluk Katolik Inggris tidak di perkenankan untuk menjalankan ibadah mereka. Satu-satunya agama Kristen yang di perbolehkan secara hukum adalah gereja Inggris (Church of England). Orang-orang Katolik yang menjalankan ibadahnya atau berbicara tentang agamanya akan di tangkap dan diadili menurut hukum saat itu. Kalau pelanggarannya di anggap berat bahkan bisa di jatuhi hukuman gantung. Anak-anak atau pun orang dewasa dikenai hukum yang sama tanpa melihat umurnya.

Dibawah ancaman hukuman dan ancaman kematian, jutaan penganut Katolik menolak untuk melepaskan agamanya yang telah dianut turun-temurun. Sama seperti agama Kristen di Roma pada saat-saat awalnya, orang Katolik di Inggris pun menganut agamanya dengan diam-diam. Mereka mengadakan misa dan mengajarkan doktrin-doktrinnya dalam ruang dengan pintu tertutup rapat, dan menyembunyikan semua lambang agama yang ada di rumah. Mereka menjadi sebuah kelompok yang sangat rahasia.

Salah satu masalah besar pagi orang Katolik yang sedang bersembunyi adalah bagaimana mengajarkan doktrin gereja katolik kepada anak-anak mereka. Karena apa pun yang ditulis mengenai doktrin Katolik dapat menyebabkan kematian bagi penulis dan pembacanya, sehingga doktrin-doktrin ini harus ditulis dalam kode rahasia.

Dan kode paling sukses yang dijalankan oleh penganut katolik yang sedang bersembunyi tersebut adalah dalam bentuk lagu Natal yang jika di baca secara biasa menjadi sama sekali tidak masuk akal.

Ironisnya, lagu ini menjadi sangat popular di masa itu dan dinyanyikan di pub-pub, ruang-ruang konser dan bahkan di istana-istana bangsawan. Sedikit sekali yang menyangka bahwa lagu Natal ini berisikan elemen-elemen dari doktrin penting gereja Katolik yang dilarang. Yang pasti, Raja dan petinggi gereja Anglikan bahkan tidak menyadari sama sekali.

Ketika lagu ini pertama kali popular, banyak yang coba mengartikan lagu “Twelve Days of Christmas”, bahwa intinya lebih ke arah “Hari-hari” dan bukan “Hadiahnya”. Beberapa teori bermunculan untuk lagu ini, mulai dari ayat-ayat ini mengacu kepada tanggal dua puluh lima Desember sampai dengan kebiasaan memberikan hadiah dua belas hari sebelum hari Natal.

Dalam diskusi-diskusi tersebut, hadiah-hadiah yang dimaksudkan adalah hadiah dari orang yang sedang jatuh cinta – argument yang masuk akal karena kalau orang jatuh cinta maka logikanya tidak jalan. Sehingga hadiah-hadiahnya menjadi tidak masuk akal pula.

Sebetulnya teori tersebut tidak terlalu salah, karena hadiah-hadiah tersebut merupakan kunci rahasia yang bisa membuka arti lagu tersebut.

On the first day of Christmas,

My true love gave to me,

A partridge in a pear tree.

Hari-hari yang di tulis dalam lagu ini sebetulnya merupakan hari di antara kelahiran Yesus sampai dengan hari Tiga Raja (12 hari). Tidak kurang tidak lebih. Arti rahasia bagi anak-anak Katolik bukan terletak pada harinya, namun pada hadiahnya. Saat anak-anak tersebut menyanyi, mereka bernyanyi dalam hati bukan hadiah yang nyata, tetapi artinya lain bagi mereka.

Setiap anak Katolik diajarkan bahwa cinta yang paling murni merupakan cinta Allah. Kata “True love” merupakan Tuhan Allah. Jadi, dari sejak bait pertama, para penyanyi mengerti bahwa mereka menyanyikan cinta Allah dan bukan cinta duniawi.

Kematian dan kebangkitan Kristus merupakan inti utama iman Katolik, dan juga untuk lagu ini – sehingga selalu di ulang dalam setiap ayat. Seekor ayam hutan (partridge) di pohon pir (pear tree) melambangkan pengabdian dan keberanian melebihi apa pun yang pernah dilakukan oleh manusia. Ibu ayam hutan akan melakukan apa pun untuk mengusir musuh yang menggangu anaknya yg tidak berdaya di sarangnya. Seperti sang ibu yang akan mengorbankan dirinya bagi anaknya – demikian pula Kristus mengorbankan nyawanya bagi kita. Tambahkan dengan pohon pir yang merupakan lambang Salib, sehingga partridge in pear tree merupakan hadiah di hari pertama, yaitu Kristus yang lahir di dunia.

On the second day of Christmas,

my true love sent to me

Two turtle doves,

And a partridge in a pear tree.

 

Hadiah kedua, dua buah burung merpati (two turtle doves) melambangkan perjanjian lama dan perjanjian baru. Merpati juga merupakan symbol kebenaran dan perdamaian, sekali lagi menekankan hubungan antara Kristus dan hari Natal.

 

 

On the third day of Christmas,

my true love sent to me

Three French hens,

Two turtle doves,

And a partridge in a pear tree.

 

Saat ini, tiga ayam betina (three French hens) mungkin tidak berarti apa-apa. Namun pada abad ke-16, hidangan ayam betina merupakan hidangan yang sangat mahal. Kalau ada hidangan tersebut biasanya di peruntukkan untuk Raja. Pada lagu tersebut, tiga ayam betina melambangkan hadiah yang di bawa oleh tiga raja kepada bayi Yesus. Saat anak Katolik menyanyikan bait ke-tiga ini, yang di pikiran mereka bukanlah ayam betina, melainkan emas, mur dan kemenyan.

 

On the fourth day of Christmas,

my true love sent to me

Four calling birds,

Three French hens,

Two turtle doves,

And a partridge in a pear tree.

Four calling birds” melambangkan penulis Injil perjanjian baru yang menceritakan tentang Yesus dan kisah sengsaranya. Empat burung tersebut melambangkan Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

 

On the fifth day of Christmas,

my true love sent to me

Five golden rings,

Four calling birds,

 

Masih soal tema alkitab, “five goldern rings” merupakan lima kitab pertama dari perjanjian lama, atau yang biasa disebut “Hukum Musa”. Orang Yahudi menyebutnya “Torah”. Hadiah ini bukan hanya untuk mengingatkan bahwa manusia jatuh karena dosa, tetapi juga bahwa Penebus sudah datang untuk menebus dosa-dosa kita.

 

On the sixth day of Christmas,

my true love sent to me

Six geese a-laying,

Five golden rings,

 

Enam angsa yang sedang mengeram “Six geese a-laying” merupakan hal yang aneh dan kelihatannya lucu. Namun sebetulnya ini logis, karena melambangkan enam hari Allah menciptakan dunia. Dan telur merupakan lambang penciptaan dan kelahiran. Sehingga “Six geese a-laying” menceritakan tentang Allah menciptakan alam semesta.

 

On the seventh day of Christmas,

my true love sent to me

Seven swans a-swimming,

Six geese a-laying,

 

Seven swans a-swimming” melambangkan tujuh karunia Roh Kudus sesuai dengan Roma 12:6-8. Tujuh karunia tersebut adalah – bernubuat, melayani, mengajar, menasihati, memberi, memimpin dan murah hati – di lambangkan dengan angsa, unggas yang dianggap sangat indah di Inggris. Anak-anak katolik diajarkan, bahwa bila mereka berjalan bersama Tuhan maka kehidupan mereka akan seindah dan selancar angsa di atas air.

 

On the eighth day of Christmas,

my true love sent to me

Eight maids a-milking,

Seven swans a-swimming,

 

“Eight maids is milking” melambangkan manusia biasa kepada siapa Yesus datang untuk melayani dan menyelamatkan. Pada saat lagu ini dibuat, di Inggris tidak ada pekerjaan yang lebih rendah daripada bekerja di lumbung. Jika seorang pelayan perempuan melakukan pekerjaan tersebut, maka dia sama sekali tidak berharga di mata tuannya. Tetapi Kristus, Raja Manusia, datang tanpa melihat umur, ras, jenis kelamin, dll.

Angka delapan juga melambangkan jenis-jenis manusia yang ada di Matius 5:3-10: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”

 

On the ninth day of Christmas,

my true love sent to me

Nine ladies dancing,

Eight maids a-milking,

 

“Ninie ladies dancing” melambangkan buah dari Roh – cinta, kegembiraan, perdamaian, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, lemah lembut dan kendali diri. Tarian ini mengajarkan kita bahwa kita akan mendapatkan kebahagiaan karena melayani Kristus.

 

On the tenth day of Christmas,

my true love sent to me

Ten lords a-leaping,

Nine ladies dancing,

 

“Ten lords a-leaping” melambangkan sepuluh perintah Allah. Karena bangsawan (Lord) merupakan orang terhormat dan adil dan merupakan penentu kebijakan di areanya. Sangat mudah dimengerti bahwa sepuluh bangsawan di pakai untuk melambangkan sepuluh perintah Allah.

 

On the eleventh day of Christmas,

my true love sent to me

Eleven pipers piping,

Ten lords a-leaping,

 

Ada duabelas murid Yesus, tapi pada akhirnya yang tersisa adalah sebelas. “Eleven pipers piping” melambangkan sebelas murid Yesus yang mengabarkan kabar baik mengenai hidup dan derita Yesus ke seluruh dunia.

 

On the twelfth day of Christmas,

my true love sent to me

Twelve drummers drumming,

Eleven pipers piping,

Ten lords a-leaping,

Nine ladies dancing,

Eight maids a-milking,

Seven swans a-swimming,

Six geese a-laying,

Five golden rings,

Four calling birds,

Three French hens,

Two turtle doves,

And a partridge in a pear tree!

 

Hadiah terakhir, “Twelve drummers drumming” melambangkan duabelas poin penting dalam Syahadat Para Rasul atau Aku Percaya. Drum mungkin diambil sebagai symbol untuk langkah dan irama yang diberikan oleh para Rasul tersebut terhadap umat yang berjalan bersama Kristus. Syahadat Para Rasul cukup familiar bagi orang non-Katolik juga:

Aku percaya akan Allah,

Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi;

dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal Tuhan kita,

yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria;

yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus

disalibkan, wafat, dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian

pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; yang naik ke surga,

duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa;

dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja katolik yang kudus,

persekutan para kudus, pengampunan dosa,

kebangkitan badan, kehidupan kekal.

Amin.

Sangat diragukan bahwa orang Katolik Inggris yang menulis dan mengajarkan lagu ini kepada anak-anak mereka ingin arti sebenarnya lagu “Twelve Days of Christmas” tetap misteri untuk selamanya.

Ketika gereja Katolik sudah dibebaskan dan diperbolehkan di Inggris, tidak banyak yang menghubungkan lagu dangkal ini dengan lagu-lagu Natal lain yang lebih jelas menceritakan sang Penebus.

Bahkan, 400 tahun kemudian, meskipun lagu “Twelve Days of Christmas” sudah direkam ratusan kali dan di pertunjukkan ratusan ribu kali, jarang sekali ada yang bisa menyanyi tanpa tertawa karena liriknya yang tidak biasa.

Mungkin kelucuan itu yang menutupi niat awal “The Twelve Days of Christmas” sehingga bisa bertahan sekian lama, seperti juga Gereja Katolik yang bisa bertahan dibawah represi kerajaan Inggris kuno.

Disadur dari buku: Stories behind best-loved songs of Christmas, by Ace Collins.Terjemahan Izak Jenie

One Comment

  1. Santa Claus, Saint Nicholas, atau Sinterklas, merupakan tokoh sejarah dan legenda dari dunia Barat. Sinterklas dipercaya akan memberikan hadiah bagi anak-anak yang selalu melakukan kebaikan pada malam Natal (24 Desember). Legenda versi Amerika menyebut, Sinterklas tinggal di Kutub Utara bersama istrinya, Mrs Claus, beberapa peri ajaib serta delapan atau sembilan ekor rusa terbang. Sinterklas akan memberikan hadiah kepada anak yang baik dan kepada yang nakal, akan diberikan batubara.

Leave a Reply to Idebenone Cancel reply

Required fields are marked *.