Fiat Voluntas Tua

Kuasa Doa Bagi Yang Terkasih

| 1 Comment

Kisah ini adalah kisah nyata yang diambil dari Majalah Renewal Ministries (www.renewalministries.net) Edisi September 2003.  Kisah ini mengingatkan kita untuk tekun berdoa terhadap orang-orang yang kita kasihi, siapapun dia, tidak peduli betapa hancur dan berdosa hidupnya, Tuhan dapat ubah hidup seseorang dengan kasihNya kalau kita mau tekun berdoa untuk mereka. Sumber (http://www.renewalministries.net).

Cerita ini dituturkan oleh Sr. Briedge yang mengenal seorang ibu yang berdoa sebagai suatu kegiatan harian. Setiap saat anaknya jatuh dalam dosa, ia akan bangun untuknya dan membawanya dalam doa. Ia tak pernah berhenti. Pada umur 14 tahun, Benny anaknya menjadi hancur saat ayahnya meninggal karena serangan jantung. Pada saat itu ia kehilangan hal dalam dirinya yang paling berharga. Ia akhirnya menjadi bebas dan tidak lama kemudian ia terjebak dalam narkoba. Ia kecanduan alkohol pada umur 15 tahun dan juga menjadi pyromaniac (orang yang suka membakar, khususnya bangunan). Ia membakar 5 hotel dan dengan cepat menjadi satu dari penjahat terkenal paling buruk di Denmark.

Di penjara dari umur 15 hingga umur 20-an, Benny ditempatkan di sel terpisah dan tertutup – satu sel yang menyerupai sangkar binatang.
Tapi ibunya tak pernah menyerah. Berdoa bagi Benny adalah satu kegiatan sehari-hari! (Anggota keluarga lainnya menginginkan Benny mati – ia sungguh satu hal yang memalukan!) Hari demi hari sang ibu berdoa untuk pertobatan anaknya. Satu hari ia berkata kepada seorang pastur, “Saya mempunyai seorang anak yang ada di penjara, dalam satu sel tertutup. Ia sangat putus asa! Maukah kamu menengoknya?”

Benny di kemudian hari berkata kepada Suster Briege, “Saya telah kehilangan iman dalam gereja. Saya tidak ingin bertemu seorang pastur. Saya memotong pergelangan tangan saya. Saya mencoba bunuh diri. Tak seorang pun mengetahui kegelapan yang saya jalani. Saya pergi semakin jauh dari kenyataan dan tak seorang pun peduli. Saya mengasihi ibu saya dan tak ingin melukai dia sehingga saya berkata, “Oh bawakan saja pastur itu.” Tapi saya tak punya waktu untuk dia. Pastur datang dan ia mempunyai sukacita dalam dirinya. Ia sangat damai dan bahkan tidak bertanya tentang kesalahan saya. Saat ia pergi ia berpaling dan berkata kepada saya, “Benny saya akan kembali dan menemuimu”. Dan saya berkata, “Saya tidak akan mau peduli lagi terhadapmu jika dirimu tidak datang lagi”.

Minggu berikutnya Pastur datang kembali, berjalan kedalam sel dan berkata, “Benny aku akan berdoa denganmu”. Benny berkata, “Berdoa denganku?” Pastur menjawab, “Kamu tidak perlu mengatakan sesuatu. Aku akan berbicara kepada Yesus untukmu”.
Pastur meletakkan tangannya melewati jeruji penjara. Ada seorang sipir penjara yang duduk bersamanya karena ia tak pernah dibiarkan sendiri sebab Benny dianggap berbahaya dan karena mereka takut Benny akan bunuh diri. Pastur menaruh kedua tangannya diatas kepalanya. Dan satu kekuatan masuk kedalam diri Benny. Benny begitu takut untuk tidur karena berpikir bahwa perasaan itu akan segera lenyap. Sehingga Benny hanya duduk hingga akhirnya jatuh tertidur.

Saat Benny bangun, ia tahu bahwa ia harus pergi mengaku dosa. Benny ingat saat itu ia berpikir, “Saya harus menemui seorang pastur!”. “Dapatkah anda bayangkan, saya berumur 26 tahun dan tak pergi mengaku dosa sejak saya berumur 14 tahun, sejak kematian ayah saya?” seru Benny. Pihak pengelola penjara khawatir dan menolak mengijinkan seorang pastur datang kedua kalinya. Benny menelpon ibunya dan memberitahu dia untuk memberitahu pastor paroki agar tidak berpakaian sebagai seorang pastur. Pastur paroki datang dan Benny berbicara tentang pembersihan dari pengakuan dosa. Ini adalah saat paling menakjubkan dari belas kasih Yesus setelah bertahun-tahun hidup dalam satu belenggu.

Setelah saat itu Benny menghabiskan beberapa tahun menjalani beberapa hukuman. Saat ia menyelesaikan satu hukuman, ia akan dikirim untuk menjalani satu hukuman yang berbeda. Ia menghabiskan waktunya mempelajari Alkitab dan mengenal Tuhan. Waktu Benny keluar dari penjara, ada waktu beberapa jam sebelum ia pergi ke penjara lain dan dalam beberapa jam itu ia akan pergi ke satu biara dimana ada Adorasi Ekaristi. Ia akan duduk didepan Sakramen Maha Kudus kemudian kembali ke penjara.

Saat kelepasannya dari penjara, ia dikirim ke satu pusat rehabilitasi dan menolong para Suster dengan melakukan pekerjaan tangan. Saat ia ada waktu ia akan pergi ke kapel mereka dan duduk didepan Sakramen Maha Kudus. Suatu hari dari Hosti, Tuhan Yesus berkata kepadanya, “Benny, aku menginginkan kamu menjadi seorang pastur!”
Benny berkata, “Seorang pastur? Uskup mana yang mau menerima saya?”. Benny adalah penjahat yang terkenal paling buruk di Denmark.
Kemudian Tuhan Yesus berkata, “Aku akan membawamu, kamu harus mencobanya!”. Kemudian Benny pergi ke seorang Uskup.
Sang Uskup bahkan tidak menanyakan latar belakang kriminalnya, tapi mengatakan, “Benny, kamu tidak mempunyai pendidikan. Pertama-tama selesaikan dulu sekolah menengahmu dan kuliahmu kemudian kembalilah kepadaku.”
Benny kemudian menyelesaikan studinya dan kemudian Uskup mengirimkan dia ke satu seminari di Inggris. Disana Suster Briedge dan Pastur Kevin pertama kali bertemu dia sebagai seminaris. Pada saatnya Benny akhirnya ditahbiskan sebagai seorang imam.

Suster juga melanjutkan ceritanya, “Saat kami pergi ke Denmark, kami bertemu ibunya. Saya juga mengirimi Benny satu monstrans kecil untuk kapelnya dan dia mempunyai adorasi Ekaristi di parokinya. Kami pergi kesana dan inilah satu-satunya paroki dimana kami melihat program Medjugorje dijalankan setiap malam, satu hal yang Bunda Maria minta. Bahkan orang-orang Protestan datang ke gerejanya untuk berdoa”

Suster Briedge memberitahu sisa ceritanya, “Saat kami sampai ke paroki Benny, ada seorang pastur yang sangat tampan bekerja bersama dia. Ia bernama Pastur Mark. Ia dibesarkan dalam satu keluarga komunis. Ia dilatih dalam filosofi Marxist-Leninist di Moskow untuk menjalankan kegiatan subversif dan kembali untuk meruntuhkan pemerintahan Denmark. Banyak temannya yang telah terbunuh. Ia tidak tahu apa-apa tentang Tuhan dan sejauh yang ia tahu tak ada seorang pun dalam keluarganya yang kristen.

Suatu hari ia berada di satu pantai di Yugoslavia untuk berjemur bersama seorang wanita cantik berambut pirang disisinya. Mendadak dari langit ia mendengar suara berkata kepada dia, “Mark, bangunlah! Kembalilah pulang! Aku ingin dirimu menjadi katolik dan seorang imam! Ia kemudian bangun, mengucapkan selamat tinggal kepada wanita disampingnya dan pulang. Ia tidak tahu dimana ada gereja katolik. Ia tidak tahu apa-apa tentang imamat. Dibutuhkan beberapa minggu untuk menemukan satu gereja dan tiga minggu untuk menemukan pastor paroki. Ia melalui pelajaran agama dan dibaptis. Karena ia harus mendapat pendidikan lanjut, Uskup mengirim dia secara langsung ke seminari – seminari yang sama dengan Benny. Mereka pada akhirnya berada di paroki yang sama.

Sebelum pentahbisannya, Mark mendapat satu surat dari Roma dari seorang pamannya yang berumur 90 tahun yang tinggal di satu pondok kecil. Sang paman menjadi katolik dan ditolak oleh seluruh keluarganya, ia kemudian menghabiskan hidupnya dengan berdoa bagi keluarganya.

Satu malam, kami (Suster Briedge dan Pastur Kevin) pergi ke kapel mereka di Denmark dan disanalah mereka, Pastur Benny dan Pastur Mark berlutut dengan gereja yang penuh, memimpin devosi serta program malam doa Medjugorje serta Novena Belas Kasih Ilahi. Kedua panggilan imamat ini adalah buah dari seseorang di setiap keluarga yang membuat doa sebagai satu kegiatan sehari-hari.

One Comment

  1. nice blog…
    kunjungi blog saya juga ya di http://www.m0njc.wordpress.com
    terima kasih…

Leave a Reply

Required fields are marked *.