Fiat Voluntas Tua

Wasiat dan Amanah

| 0 comments

Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tujuan hidup manusia sering menjadi suatu pertanyaan panjang, sangat panjang sehingga mungkin perlu waktu beberapa tahun untuk mendapatkan jawabannya. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan akal budi manusia dan juga pertumbuhan spiritualnya. Anak-anak  tidak perduli bagaimana masa depannya, remaja pun masih cuek….. bahkan sampai mahasiswa selama masih dalam ‘zona nyaman’  ya  masih semau gue. Manakala semuanya nyaman dalam hidup keseharian, umumnya kita memaknai hidup ini ‘just take it for granted’. Mengalir jo ! Tapi manakala mulai ada tantangan satu demi satu, kita mulai mempertanyakan mengapa hidup ini sulit? untuk apa saya hidup ? Hilangnya tujuan hidup serta gelapnya masa depan bisa membuat sementara orang berakal pendek dan mengakhiri hidupnya. Begitu tragis tapi itulah fakta disekitar kita.

Maka sebelum kita semua lupa, terlupa dan mungkin juga tidak tahu (makanya tidak lupa), kita diingatkan lagi tentang tujuan hidup ini. Setiap kehidupan adalah berharga dimata Tuhan, bukanlah suatu kebetulan, pasti ada tujuannya. Khususnya kita semua yang telah dibaptis, yang menerima rahmat pembaptisan. Kita semua mendapat jaminan keselamatan, tapi pada saat yang sama rahmat pembaptisan membawa konsekwensi baru yaitu adanya amanah pewartaan. Tidak bisa kita menikmati rahmat pembaptisan sebagai bukti keselamatan yang hanya dinikmati sendiri. Kita harus belajar berbagi dan mewartakan rahmat Tuhan di sepanjang hidup kita.

Setiap kali kita merayakan Sakramen Ekaristi, kitapun diingatkan lagi diakhir misa dengan berkat pengutusan. Pulanglah karena kita diutus  mewartakan Kasih Nya. Maka salah besar kalau kita merasa sudah plong, sudah melaksanakan kewajiban menghadiri Misa seminggu sekali. Karena justru tugas perutusan setelah Misa itulah yang membuat kita harus bertahan dalam pewartaan kasih Tuhan menghadapi tantangan hidup.

Amanah yang kedua adalah pewartaan dilakukan sebagai tanda syukur atas rahmat keselamatan, bukan sebagai sarana mencari mujizat dan mencari penyembuhan apalagi sarana mencari kehormatan diri. Layaknya amanah, kita pasti merasakan sukacita luar biasa bila dapat melakukan wasiat pesan terakhir atau amanah orang-orang yang kita kasihi. Kita meneruskan mewujudkan impian mereka yang telah mendahului kita agar menjadi kenyataan.

Marilah kita menyikapi peziarahan hidup kita dengan semangat pewartaan untuk memuliakan Kristus, bukan memuliakan diri dan mencari mujizat-mujizat. Pada akhirnya mujizat terbesar yang mendatangkan sukacita di Surga adalah bila seseorang datang kembali, bertobat dan memuliakan Allah penciptanya. Dan bila kita termasuk salah seorang yang membawanya kembali kepada Allah, wah… sukacita dan damai sejahtera yang kita dapatkan gak bisa dibayar dengan uang deh.

==============================================================================================

Bacaan Injil Markus 16:15-20

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Leave a Reply

Required fields are marked *.