Fiat Voluntas Tua

Rahasia Arwah-arwah di Api Penyucian

| 4 Comments

Wawancara Suster Emmanuel dari Medjugorje dengan visionari Maria Simma.

Suatu hari, saya membaca dengan penuh antusias sebuah buku mengenai arwah-arwah di Api Penyucian. Saya sungguh terpesona karena isinya menyangkut kesaksian-kesaksian baru-baru ini dan juga menjelaskan dengan baik tentang doktrin-doktrin Gereja Katolik tentang topik tersebut. Buku itu dikarang oleh Maria Simma, dan berjudul The Souls in Purgatory Told Me… (Jiwa-jiwa di Api Penyucian Bercerita Kepada Saya). Segera saya menulis kepada editor yang lantas memberitahu bahwa Maria Simma masih hidup. Secepatnya saya menghubunginya dan dia setuju bertemu dengan saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang banyak!

Saya senang, karena setiap kali saya mendapat kesempatan untuk berbicara atau berceramah tentang jiwa-jiwa yang malang, saya menemukan bahwa ada rasa tertarik yang kuat dari para pendengar. Seringkali, mereka memohon saya untuk bercerita lebih lanjut, mendesak saya lebih jauh, dan bertanya: “Ceritakanlah lebih mendetail, hal-hal lain tentang jiwa-jiwa ini.” Saya melihat nyatanya bahwa ceramah saya memenuhi kehausan yang vital, kehausan untuk mengetahui apa yang menunggu kita, masing-masing, setelah kematian.

Harus disebutkan juga disini bahwa topik ini sangat jarang diajarkan lagi di paroki-paroki maupun dalam katekis, praktisnya tidak dimanapun. Jadi ada kekosongan besar, boleh dikatakan suatu keacuhan, bahkan kegelisahan terhadap realitas yang menyangkut hal-hal akhir.

Oleh karena itu buku kecil ini akan membantu untuk menghapuskan kekhawatiran kita terhadap Api Penyucian tetapi juga mengajarkan kita, semoga, untuk mengerti rencana Tuhan bagi kita, takdir kita sungguh-sungguh luar biasa, indah, dan patut mendapat rasa antusiasme kita. Demikian juga, bahwa kita punya kemampuan selama masih di bumi ini untuk memberikan kebahagiaan bagi arwah orang-orang yang sudah meninggal, bagi satu hal, dan untuk menemukan kebahagiaan itu bagi diri kita sendiri juga, dalam hidup kita.

Sekarang, Maria Simma berumur 82 tahun; dia tinggal sendirian di rumah kecil di Sonntag, sebuah desa yang bersahaja di pegunungan Vorarlberg, Austria, dan disanalah saya menemuinya.

Siapakah Maria Simma?

Seorang wanita desa yang sejak masa kanak-kanaknya, telah banyak berdoa bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian. Ketika ia berumur 25 tahun, dia diberi karisma yang lain dari pada yang lain di Gereja, yang sangat langka, yaitu karisma kunjungan oleh jiwa-jiwa di Api Penyucian. Dia adalah seorang umat Katolik yang taat dan sangat rendah hati, dan sangat sederhana. Dia diberi banyak dorongan bagi tugasnya oleh pastor paroki maupun bapa uskup setempat. Meskipun mendapat karisma yang sifatnya sangat luar biasa, dia hidup dalam kemiskinan. Contohnya, di kamarnya yang kecil kami hampir sama sekali tidak memiliki ruang gerak di sekitar kursi-kursi yang diberikan kepada kami…

Selanjutnya silahkan klik disini.

4 Comments

  1. saya sudah baca buku “Bebaskan Kami Dari Sini!”
    hasil wawancara dengan Maria Simma juga. Buku itu mengubah saya.
    anda pasti akan sangat “terpengaruhi” oleh buku tsb.
    saya sangat merekomendasikannya.

  2. Pingback: Apologetika [Pembelaan Iman] Katolik terhadap kesaksian Angelica | doddyprayogo

  3. Pingback: Apologetika [Pembelaan Iman] Katolik terhadap kesaksian Angelica « LASKAR KRISTUS

  4. ini saya ada pandangan berbeda tentang api pencucian, semoga berguna untuk bertukar wawasan.

    http://menjadiberlimpah.blogspot.com/2013/05/dan-ketika-api-pencucian-berada-di.html

Leave a Reply to iwan Cancel reply

Required fields are marked *.