Fiat Voluntas Tua

Allah Orang Hidup

| 0 comments

“Kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.”

Ajaran kelompok aristokrat Saduki termasuk ajaran berbahaya karena menyesatkan. Santo Lukas didalam Kis. 23:8 menyatakan bahwa orang-orang Saduki tidak percaya akan adanya kebangkitan, tidak ada Malaikat dan Roh. Bagi mereka, manusia hidup hanya di bumi ini, entah panjang atau pendek umurnya. Setelah melewati kehidupan yang senang, sedih, kaya, miskin, sehat, sakit, naik pangkat, dipecat,bangkrut maka setiap orang pasti meninggal dunia. Kematian adalah garis akhir dari kehidupan seorang insan. Ajaran ini tentu memiliki implikasi bahwa kehidupan dibumi ini adalah anugerak Allah yang mesti dinikmati sebaik-baiknya. Apakah untuk beroleh kenikmatan hidup itu manusia melakukan dosa atau tidak, hal itu tidak perlu dipikirkan. Ajaran ini sungguh berbahaya bagi kehidupan umat Allah dan sungguh harus di waspadai, hanya mengandalkan keduniawian atau apa yang kelihatan mata. Sabda Tuhan dengan jelas mengatakan : “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati sekali saja, dan sesudah itu di hakimi”(lbr 9 : 27).

Orang Saduki tidak percaya akan adanya malaikat, dan itu berarti mereka mangabaikan pertolongan Allah. Padahal malaikat Jibril (Gabriel) memberitahu bahwa Maria akan mengandung dan juga Malaikat Tuhan memberitahu Yusuf supaya pergi ke Mesir (Mat.2:13-14). Ajaran seperti ini membuat manusia bersandar pada kemampuan diri sendiri. Penulis Amsal mengatakan :”Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” (Ams 3:5) Allah memakai malaikat untuk memberikan pertolongan, perlindungan, peringatan bagi umat-Nya.

Ajaran Saduki tidak percaya adanya roh. Bagi mereka, bila ada seseorang yang jasmaninya sakit harus diatasi secara medis,diobati. Padahal ada orang-orang yang jasmaninya sakit diakibatkan oleh gangguan roh jahat. Santo Matius mencatat :”Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan Setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu bisa berkata-kata dan melihat.” (Mat 12:22) Ajaran orang Saduki yang tidak percaya adanya roh akan membuat banyak orang frustasi, dan ini tidak selaras dengan kehendak Allah yang senantiasa menginginkan umat-Nya sejahtera. Allah pun adalah Roh sehingga kita pun harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran (Yoh4:23).

Maka tidak salah kalau Yesus mengatakan ajaran Saduki adalah ragi yang menyesatkan, yang menjauhkan manusia dari kasih Allah yang menyelamatkan. Umat Allah sejati mengharapkan kebangkitan, percaya perlindungan Allah melalui malaikat-Nya, dan percaya adanya dunia roh. Di era digital jaman sekarang, pelan tapi pasti kita bisa dirasuki ‘ragi’ ajaran orang Saduki. Coba lihat sekeliling kita, anak dan keluarga kita, teman-teman dan rekan kerja kita bahkan sikap kita sendiri. Pembicaraan dan perhatian utama pada keduniawian, apa yang terlihat semata yaitu apa yang indah apa yang enak dinikmati. Hedonisme menyerang segala usia dan lapisan masyarakat bahkan segala bangsa. Habitus penuh korupsi, kekerasan, kelicikan menunjukkan sikap tidak takut akan adanya penghakiman. Virus Saduki lebih jahat dari virus H5N1 dan HIV, sudah pasti membuat kita hidup layaknya seperti zombie.

Tidak mudah untuk setia hari demi hari untuk tetap mengandalkan Allah yang hidup bersama kita, yang memberikan Roh keberanian menghadapi tantangan kehidupan. Bukan Roh yang menebarkan ketakutan, ancaman dan penyerangan kemana-mana. Tetap setia mengarahkan kehidupan kita di bumi dengan harapan hidup abadi, adanya kebangkitan kekal. Sehingga tingkah laku kita dibumi menunjukkan bahwa kita masih punya harapan untuk bersatu dengan Allah yang hidup sepanjang segala masa. Allah yang juga ingin semua orang beriman hidup bersamaNya sepanjang masa. Semoga masih banyak orang dibumi ini, apapun agamanya, taat akan pimpinan Roh Kudus yang membawa kekuatan berbuat baik, menyebarkan cintakasih dan hidup dalam ketertiban (2Tim 1:7-8).

==================================================================

Bacaan Mrk 12:18-27

“Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga.Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya
telah beristerikan dia.” Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di surga. Dan juga tentang bangkitnya orang- orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

Leave a Reply

Required fields are marked *.