Fiat Voluntas Tua

Tidak Untuk Kalangan Sendiri

| 2 Comments

Mrk 9:39-40 Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

Friksi atau perpecahan sering terjadi justru karena ada nya perbuatan baik. Pihak yang satu merasa hanya dia lah yang bisa melakukan hal tersebut, yang lain dianggap tidak sah atau tidak layak. Semua pihak sebenarnya ingin berbuat baik, tapi merasa bahwa hanya pihaknya lah yang paling baik dan paling sah. Yang boleh mengadakan bakti sosial hanya kelompok ini, yang mengadakan pelayanan kunjungan RS kelompok anu, yang melayani orang sakit hanya kelompok tertentu, yang boleh mengadakan kursus hanya kelompok ini, dsb. Sehingga kalau ada kelompok lain mengadakan kegiatan serupa, dianggap ‘melangkahi’ wewenang dan akhirnya menjadi tersinggung.

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa perbuatan baik bukan lah dimiliki kelompok atau bahkan agama tertentu saja. Semua perbuatan baik manusia itu digerakkan oleh Roh Kudus yang satu dan sama, Roh Allah (2 Tim 3:17 : tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik). Sehingga semua orang, apapun kepercayaannya jika ia terbuka dan memiliki kepekaan akan pimpinan Tuhan, Sang Pencipta, akan cenderung melakukan hal-hal yang baik. Pada akhirnya kebaikan pun bisa dilakukan banyak orang di banyak tempat pada saat yang sama. Indah kan? Bukankah itu yang Allah inginkan?

Tantangannya justru kadang saat kita berbuat baik, kita ditolak orang bahkan mungkin disalah gunakan dan diartikan lain. Tapi seperti kata Mother Theresa, walaupun kebaikan kita ditolak orang, tetap lah berbuat baik. Karena kita berbuat baik bukan untuk mendapatkan ucapan terima kasih dan senyuman atau sanjungan, tapi kita berbuat baik karena Allah telah lebih dulu mencintai kita.

Justu kalau kita tahu kita harus berbuat baik tetapi kita tidak melakukannya, karena takut dibilang ‘cari muka’ lah, takut ditolak bahkan takut untuk dicurigai; maka kita justru menahan rahmat Allah untuk orang lain, dan kita dinyatakan berdosa . Demikian kutipan dari Yak 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Jadi tetap lah berbuat kebajikan, karena disitulah mujizat akan cinta Allah disalurkan ke orang lain. Buatlah kebaikan tidak hanya untuk kalangan sendiri, tapi juga bagi semua orang yang membutuhkan; karena Allah pun menciptakan semua orang untuk berbuat baik dan juga punya posisi sama untuk menerima rahmat kebaikan Allah.

Semoga kitapun peka dan menyadari serta tidak menolak kebaikan Tuhan lewat orang-orang disekitar kita.

==================================================================

Bacaan Mrk 9:38-40
9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”
9:39 Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

2 Comments

  1. Ibu,

    Saya mohon ijin untuk diperbolehkan ‘mengambil’ tulisan-tulisan ibu untuk website Keuskupan Bogor (http://www.keuskupanbogor.or.id).

    Sebelum ijin diberikan oleh ibu, saya ‘sudah’ mengambil satu tulisan untuk di website tersebut. Apabila hal ini tidak diperkenankan, mohon bisa dikabarkan ke saya ya bu.

    Terima kasih,
    Salam dari Cibinong.

    Yustinus SP.

  2. Salam kenal dari saya dan terima kasih sekali sudah mampir ke blog bahkan ‘kulakan’ dari sini. Tentu saya sangat berbahagia kalau bisa ikut berbagi dengan teman-teman di Bogor. Silahkan saja dipilih mana yang sesuai. Kita saling mendoakan ya pak, agar sabda Tuhan menjadi hidup melalui karsa dan karya teman-teman sekalian. AMDG – RA

Leave a Reply to yustinus Cancel reply

Required fields are marked *.