Fiat Voluntas Tua

Competition or Compassion

| 3 Comments

Mrk 9:37 “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku”

Rating dalam bisnis media adalah mati hidupnya usaha, walaupun keberadaan dan metodenya sendiri sering dikritik sebagai menyalahi apa yang baik dan benar bagi masyarakat. Demikian juga dalam bisnis lainnya, menjadi market leader adalah impian semua pelaku bisnis. You lead than you win. Segala daya upaya dikerahkan untuk menjadi nomer satu. Di manakah tidak ada rating? Politik apalagi, semua berusaha menjadi parpol peraih suara terbanyakagar bisa mendominasi parlemen. Para caleg berusaha menjadi nomor urut satu yang katanya adalah nomor “jadi’. Lupa pada perjuangan awal bahwa tujuan setiap pemerintahan adalah menyelenggarakan kesejahteraan rakyat.

Yesus sangat paham dengan bahasa duniawi ini manakala diantara para murid memperkarakan siapa yang punya rating tertinggi. Para murid tidak memahami makna perutusan Yesus karena harapan mereka Yesus akan menjadi pahlawan yang memimpin bangsa Yahudi mengalahkan bangsa Romawi yang saat itu berkuasa.

Pada akhirnya Yesus mengingatkan bahwa untuk menjadi pengikutNya, aturan duniawi tidak berlaku, tetapi aturan yang ditetapkan adalah perlunya kerendahan-hati dan memiliki bela rasa akan kebutuhan orang lain. Ia mudah tergerak hati nya bila berhadapan dengan orang-orang yang lebih lemah dan tidak berdaya. Yesus tidak pernah menolak anak-anak yang datang merubungNya; berbeda mungkin dengan beberapa murid yang menghalau mereka karena dianggap ‘mengganggu’ Sang Guru yang sibuk melayani orang-orang dewasa yang sakit. Ia tetap memperhatikan dan menyapa anak-anak dengan bahasa yang ramah. Mungkin Jesus juga banyak stock cerita lucu ya. Buktinya anak-anak tidak takut padaNya.

Seandainya memang betul “Customer Service” diutamakan berbagai perusahaan dalam memberikan pelayanan bagi pelanggan, atau berbagai parpol dan politisi mengutamakan “Pelayanan publik”; seharusnya rating tadi akhirnya hanyalah sebagai bonus terhadap seberapa baik pelayanan dan service yang diberikan. Pada akhirnya rakyat mendapat pelayanan terbaik dan menjadi subyek utama.

Demikian juga dalam memenuhi tugas perutusan kita sebagai pengikut Kristus, memperhatikan mereka yang lebih lemah, miskin dan tertindas, tidakberdaya seperti anak-anak adalah jauh lebih relevan daripada jabatan posisi atau penghargaan manusia. Kenyataannya masih banyak yang sulit diminta duduk sebagai pelayanNya dalam kepanityaan ataupun pengurus lingkungan dan Dewan Paroki; eh… tapi sekali ‘duduk’ rupanya enak… dan lupa berdiri. Akhirnya ‘jabatan’ lebih penting daripada pelayanan itu sendiri. Semoga kita lebih senang melayani dari pada dilayani.

==================================================================

Bacaan Mrk 9:30-37
9:30 Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
9:31 sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”
9:32 Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
9:33 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”
9:34 Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
9:35 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”
9:36 Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
9:37 “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

3 Comments

  1. saya ingin tahu bagaimana cara pendaftaran anggota compassion indonesia

  2. apa ada di tulungagung. GBu

  3. Wah kayaknya salah posting nih ? Saya juga gak tau tuh. Maaf.

Leave a Reply to ratna ariani Cancel reply

Required fields are marked *.