Fiat Voluntas Tua

Percaya? Hidup selamanya; Tidak Percaya? Mati selamanya

| 0 comments

Setelah lebih dari 10 tahun tinggal di daerah Kemang, mungkin lebih dari ratusan kafe dan resto tumbuh dan mati bergantian. Termasuk Kafe Taman Palem, yang dimulai dari keisengan dan melihat trend menjamurnya kafe tenda di tahun 90an. Fenomena “Me Too” dalam marketing sangat berpengaruh dalam bisnis. Orang percaya karena mencoba karena melihat dan mengalaminya. Sekali saja orang tidak percaya, apalagi setelah mencoba karena “kata orang” maka mereka akan meninggalkannya. Pergi mencoba makan di tempat lain.

Makanan adalah kebutuhan fisik manusia. Sampai kapanpun industri makanan tidak ada matinya, selama manusia butuh makan, ditambah lagi butuh hiburan. Frekwensi makan pun juga harus teratur kalau mau sehat, apa yang dimakan juga diperiksa kualitasnya kalau mau umur panjang tidak sakit-sakitan.

Injil hari ini mengingatkan bahwa dari sejak dulu kasih Tuhan diberitakan, tapi tidak selalu di terima, tidak selalu ditanggapi. Orang-orang di jaman Nabi Musa, telah melihat bagaimana Allahnya Israel membebaskan mereka dari Mesir. Bahkan mereka diberi makanan surgawi. Mereka bisa hidup karena diberi manna dan embun setiap hari di padang gurun. Tapi rupanya kepercayaan mereka sangat labil, sehingga mereka tidak ‘survive’, tidak bertahan sampai tanah perjanjian. Karena kadar iman mereka yang tipis, mudah goyah, akhirnya membuat mereka tidak menikmati nyamannya tanah perjanjian yang diberikan Yahwe kepada kaum keturunan bapa Abraham.

Orang-orang yang percaya pada enaknya makan di resto A, pasti mengajak orang lain untuk ikut mencicipi makan disana. That is the power of Word of Mouth, bisa mengalahkan kekuatan iklan yang berjuta-juta ongkosnya. Untuk itu harus ada pengalaman agar kita membuat orang lain percaya. Demikian juga dengan kita yang ingin sebanyak mungkin orang-orang yang kita kasihi juga hidup selamanya, kembali kepada penciptaNya. Kalau kita tidak punya pengalaman iman, bagaimana bisa mewartakan nikmatnya hidup dicintai Tuhan? Apalagi kalau kita juga sangsi, apa betul janji Tuhan berlaku bagi kita? Wah.. boro-boro jadi tim marketingnya Tuhan, justru kita perlu berdoa meminta pengalaman iman akan cinta Tuhan. Kalau tidak, pelan tapi pasti kita berjalan menuju kematian selamanya.

Marilah berani mewartakan cinta Tuhan melalui sharing iman. Kalau anda termasuk suka mempromosi tempat makan enak, kenapa tidak cerita makanan rohani yang Tuhan berikan…. Endang Bambang lho ! (=Enak Banget) Pewartaan KasihTuhan bisa bertahan di bumi karena banyak orang-orang marketing terlibat didalamnya, termasuk para martir dan orang kudus. Mereka mempersiapkan orang lain untuk mewartakan kasih Tuhan, sebelum mereka kembali kepada Bapa. Would you be the one?

Marilah kita dengan rindu menantikan saat perjamuan dimana telah disediakan Roti Hidup setiap hari, agar bertahan dalam kehidupan di dunia dan senantiasa memiliki keberanian mewartakan CintaNya. Ya Tuhan, aku tidak layak Engkau datang kepadaku, tetapi bersabdalah saja maka aku akan sembuh.


Bacaan Yohanes 6:44-51

Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Leave a Reply

Required fields are marked *.