Fiat Voluntas Tua

Kekuatan Doa

| 0 comments

“Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup.”

Kita tentu senang apabila mendapat hadiah doorprize. Ya namanya juga nasib yang lagi beruntung. Barangkali cuma mempunyai satu karcis saja, ternyata nomor karcis kita cocok dengan hasil undian door prize. Itulah karunia atau pemberian tanpa diminta. Tetapi itu bisa terjadi sungguh-sungguh.

Injil hari ini tidak berbicara mengenai door prize. Tetapi penyembuhan atau mukjizat yang terjadi pada dua orang itu, yaitu anak perempuan dari kepala rumah ibadat yang dihidupkan dan wanita yang dua belas tahun sakit pendarahan, sama-sama karunia dari Tuhan Yesus. Yang menarik, wanita yang sakit pendarahan itu memang memohon dan percaya kepada Yesus yang akan dapat menyembuhkan; sedangkan anak perempuan yang baru saja meninggal dihidupkan oleh Yesus karena permohonan bapaknya, yakni kepala rumah ibadat. Entah dimohonkan sendiri ataupun dimohonkan oleh orang lain, Tuhan Yesus mau mengabulkan doa permohonan tersebut. Si anak perempuan telah mati, tentu juga tidak dapat memohon sendiri kepada Yesus. Tetapi, berkat doa permohonan bapaknya si kepala rumah ibadat, Yesus datang dan membangkitkan anak perempuan itu kembali.

Marilah kita bertekun dengan doa permohonan. Kita dapat berdoa kepada Tuhan untuk memohon suatu keperluan pribadi atau diri sendiri, tetapi juga dapat memohonkan bagi keperluan orang lain. Inilah pentingnya mendoakan sesama kita, mendoakan orang lain. Barangkali kita terlalu banyak berdoa untuk diri sendiri. Marilah pada hari ini kita memulai habitus baru: suka berlama-lama untuk mendoakan orang lain. Sebaliknya orang lain itu bukan sekadar istri, suami, anak, atau kerabat atau juga teman atau sahabat sendiri saja, tetapi marilah juga orang-orang yang mungkin tidak kenal tetapi memerlukan doa kita. Mereka itu dapat orang-orang miskin di pinggir jalan itu, orang-orang yang terkena musibah bencana alam, orang-orang yang sedang menjadi pengangguran, dan sebagainya. (E. Martosudjita Pr)

================================================================================================

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:18-26)

Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Dia dan berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal; tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka Ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun dan bersama murid-murid-Nya mengikuti orang itu. Pada waktu itu seorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karna katanya dalam hati, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anakku, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Maka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling serta orang banyak yang ribut, berkatalah Ia, “Pergilah! Karena anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk. Dipegang-Nya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.

Leave a Reply

Required fields are marked *.