Fiat Voluntas Tua

Jadilah Profesional … didalam Tuhan.

| 2 Comments

“Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa”

Munculnya banyak motivator dimana-mana – yang tidak pernah ada 10-15 tahun lalu dapat dilihat dari dua sisi. Ada manusia yang memang membutuhkan ‘pompa eksternal’ peningkatan semangat menghadapi  tekanan hidup. Dan ada segelintir manusia yang melihat peluang untuk mengasah ketrampilannya dalam mempengaruhi orang lain secara profesional – artinya ia dikenal karena kemampuan verbalnya dan oleh karenanya ia dibayar.  Ini serupa dengan hukum pasar – ada supply dan demand. Tidak salah kalau ada harga yang mesti dibayar untuk suatu usaha ‘cuap-cuap’ seperti itu.

Demikian juga didalam berbagai cabang olah raga ada pemain profesional – sebutan elit untuk ‘pemain bayaran’ , dan ada pemain amatir – pasti anda bisa tahu mana diantara Liga Primer Indonesia dan PSSI yang bisa disebut profesional.  Pemain profesional akan berpikir ribuan kali sebelum ikut turun berlaga di pertandingan sepakbola 17-an – kalau kalah nanti peringkat dia bisa turun di ‘pasaran’.  Kalau bermain untuk TIMNAS – gak dibayar juga mau karena ini kesempatan berbakti untuk negara “for free”…. tapi kan namanya ikut melambung kalau menang? Para profesional ini akan berupaya untuk senantiasa menjaga prestasinya agar ‘bayaran’nya tidak turun bahkan kalau bisa naik terus.

Di saat kompetisi begitu ketat di berbagai bidang, maka kualitas akan membedakan satu dengan yang lainnya. Produk berkualitas tidak jadi dengan sendirinya, tetapi harus dipersiapkan lewat proses yang ketat untuk menjaga mutunya. Demikian juga manusia  berkualitas harus sungguh-sungguh dijaga, dipelihara, tidak tumbuh dengan sendirinya. Apa yang dilakukannya sungguh harus dipersiapkan matang,  dipikirkan dengan serius segala konsekwensinya – tidak asal bunyi dan nggeplak sehingga bisa ‘menyinggung’ perasaan orang lain – demikian juga apa yang akan dikatakannya harus sejalan dengan perbuatannya.

Injil hari ini menunjukkan bagaimana kualitas Yesus yang dipenuhi Roh Allah menunjukkan betapa besar kuasanya. Tidak banyak kata-kata yang diucapkan, tetapi dengan sedikit perintah saja Ia mampu membuat iblis takluk. Tentunya bukan hanya dari kata-kata, tetapi perbuatanNyapun dijaga sungguh-sungguh sehingga tidak ada lubang atau celah sekecil apapun dimana bisa digunakan si jahat untuk menjegalNya. PerbuatanNya menunjukkan bagaimana Ia dikuasai Roh Allah yang memampukan Ia melakukan berbagai perbuatan yang dibenci si jahat. Itulah wibawa dan kuasa yang ditunjukkan Yesus.

Kalau saja kita konsisten dengan perbuatan dan kata-kata, maka tidak akan ada celah dimana si jahat bisa mengalahkan kita., dimana orang lain bisa mempertanyakan setiap kata dan janji yang pernah kita ucapkan. Kita ijinkan Roh Kudus memimpin kita dalam berpikir, bertindak bahkan memilih kata-kata yang diucapkan. Kalau hal ini dilakukan dengan konsisten, kita tidak akan menjadi pemimpin yang ‘lebay’ penuh dengan kata-kata tetapi bisa kehilangan wibawa karena memang tidak berkuasa apa-apa. Bukan karena tidak punya posisi atau kedudukan, tapi perbuatan kita tidak menunjukkan kualitas yang sesungguhnya.

Maka marilah kita tidak menjadi pengikut Kristus yang amatiran, yang ikut perintahNya kalau suka, kalau lagi mood, kalau keinginan kita dikabulkan. Tetapi mari belajar bertanggungjawab sebagai pengikut Kristus sesuai panggilanNya, dimana kita ditempatkan sesuai dengan profesi kita. Bukan karena kita dibayar karena ‘kemampuan’ kita. Justru kita telah dibayar LUNAS, saat kita belum bisa apa-apa saat kita masih berdosa, dan kita diharapkan tidak pernah berhenti belajar mengasah iman dan berkarya  sebagai garda penyerang depan TIMNAS KerajaanNya.

==============================================================================================

Bacaan Injil Mrk 1:21-28

“Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea”

2 Comments

  1. notify me of site updates

  2. Terima kasih bu Mery, sudah mampir di sini. Untuk berlangganan agar mendapat site updates, silahkan daftar di link berikut http://feeds.feedburner.com/FiatVoluntasTua

    Berkah Dalem
    RA

Leave a Reply to ratna ariani Cancel reply

Required fields are marked *.