Fiat Voluntas Tua

In Memoriam : Gus Dur – humoris, cerdas, bernas

| 0 comments

Kumpulan humor guyonan Gus Dur ini saya ambil dari berbagai sumber sebagai tanda hormat atas pemikirannya dan integritasnya yang tinggi bagi NKRI. Yang susah dan langka dicari itu memang menjadi pribadi seperti Gus Dur, cerdas dalam membuat yang berat menjadi ringan, membuat suasana tegang menjadi kendor, yang serius jadi santai. Kelebihan Gus Dur inipun diakui lawan-lawannya. Itulah esensinya agar dialog menjadi terbuka kan?

Seorang remaja (alay) menulis status di FB ttg wafatnya GusDur yang membuat merah kuping sehingga menyulut kemarahan orang banyak. Dalam hitungan jam ia menyadari ‘kebodohan’nya karena mendapat serbuan dan serangan bertubi-tubi untuk mencabut pernyataannya. Sedih juga masih ada (oknum) orang muda yang tidak menghargai karya besar seorang Gus Dur….. ini pertanda kita juga yang salah karena kurang ‘mendidik’ mereka tentang arti perjuangan keadilan dan apa makna NKRI.

Tugas kita bukan hanya mengenang dan menghormati jazad sang Guru dan Bapa Bangsa atau mengangkatnya sebagai Pahlawan Nasional , tapi justru meneruskan pemikiran dan perjuangannya demi tercapainya kesejahteraan dan kemandirian bangsa Indonesia. Selamat jalan Gus Dur, ijinkan kami meneruskan cita-citamu. Hiduplah Indonesia Raya !

===============================================================================================

Siapa yang Paling Hebat?
Di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang “berdiskusi” tentang prajurit siapa yang paling berani. Eh kebetulan di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan …
Bill Clinton: Kalau Anda tahu … prajurit kami adalah yang terberani di seluruh dunia … Mayor .. sini deh … coba kamu berenang keliling ini kapal sepuluh kali.
Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demia “The Star Spangled Banner” saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).
Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!
Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan!
Tony Blairi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) … coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali … !
Sersan: (melihat ada hiu … glek … tapi) for the queen I’am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali … dan dikejar hiu juga).
Sersan: (menghadap sang perdana menteri) GOD save the queen!!!
Tony Blair: Hebat kamu … kembali ke tempat … Anda lihat Pak Clinton … Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda … (tersenyum dengan hebat …)
Gus Dur: Kopral ke sini kamu … (setelah datang …) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali … ok?
Kopral: Hah … Anda gila yah …! Presiden nggak punya otak … nyuruh berenang bersama hiu … kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden …)
Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak Tony Blair … kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI! (Berani lawan kepala negara nya )

===============================================================================================

Orang Madura dan Polisi

Saat menjadi presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan saat itu, Mahfud MD, tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik.
Ceritanya, ada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi ketika melanggar rambu “becak dilarang masuk”. Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki oleh becak.
“Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini,” bentak Pak polisi.
“Oh saya melihat Pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong, tidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosong berarti boleh masuk,” jawab si tukang becak.
“Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk,” bentak Pak polisi lagi.
“Tidak pak, saya tidak bisa baca, kalau saya bisa membaca maka saya jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak seperti ini,” jawab si tukang becak sambil cengengesan.

==============================================================================================
Gus Dur, Bill Clinton, dan Jacques Chirac

Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan. Seperti biasa…
setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.
Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: “Wah kita sedang berada di atas New York!”
Presiden Indonesia (Gus Dur): “Lho kok bisa tau sih?”
“Itu.. patung Liberty kepegang!”, jawab Clinton dengan bangganya.
Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. “Tau nggak… kita sedang berada di atas kota Paris!”, katanya dengan sombongnya.
Presiden Indonesia: “Wah… kok bisa tau juga?”
“Itu… menara Eiffel kepegang!”, sahut presiden Perancis tersebut.
Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat…
“Wah… kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!”, teriak Gus Dur.
“Lho kok bisa tau sih?” tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.
“Ini… jam tangan saya ilang…”, jawab Gus Dur kalem.

=============================================================================================
Guyon dengan Fidel Castro

Nah, ini yang jadi guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden RI saat berkunjung ke Kuba dan bertemu pemimpin Kuba, Fidel Castro.
Saat itu Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap selama di Kuba. Dan mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan.
Beliau bercerita pada pemimpin Kuba, Fidel Castro, bahwa ada 3 orang tahanan yang berada dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan di situ. Tahanan pertama bercerita, “Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara.” Seperti diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.
Tahanan kedua berkata geram, “Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!” Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya. “Kalau kamu kenapa sampai dipenjara di sini?” tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.
Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati, “Karena saya Che Guevara…”
Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut.

==============================================================================================
Bedanya orang Peranacis, Amerika dan Indonesia.

Menurut Gus Dur, pernah ada sebuah kapal berisi penumpang berbagai bangsa karam. Ada tiga orang yang selamat, masing-masing dari Prancis, Amerika dan Indonesia. Mereka terapung-apung di tengah laut dengan hanya mengandalkan sekeping papan. Tiba-tiba muncul jin yang baik hati. Dia bersimpati pada nasib ketiga bangsa manusia itu, dan menawarkan jasa. “Kalian boleh minta apa saja, akan kupenuhi,” kata sang jin. Yang pertama ditanya adalah si orang Prancis…. “Saya ini petugas lembaga sosial di Paris,” katanya. “Banyak orang yang memerlukan tenaga saya. Jado tolonglah saya dikembalikan ke negeri saya.” Dalam sekejap, orang itu lenyap, kembali ke negerinya. “Kamu, orang Amerika, apa permintaanmu?” “Saya ini pejabat pemerintah. Banyak tugas saya yang terlantar karena kecelakaan ini. Tolonglah saya dikembalikan ke Washington.”"Oke,” kata jin, sambil menjentikkan jarinya. Dan orang Amerika lenyap seketika, kembali ke negerinya. “Nah sekarang tinggal kamu orang Indonesia. Sebut saja apa maumu.” ” Duh, Pak Jin, sepi banget disini,” keluh si orang Indonesia. “Tolonglah kedua teman saya tadi dikembalikan ke sini.” Zutt, orang Prancis dan Pria Amerika itu muncul lagi.
===========================================================================================
Antara PDI Perjuangan dan NU

Gus Dur mengatakan pada bu Mega bahwa antara PDI Perjuangan dan NU ada kesamaannya: sama-sama suka salah. Suatu ketika bu Mega sedang bersama-sama Gus Dur datang di satu kota. Maka seorang pengurus cabang NU mengajak pengurus PDI cabang kota tsb bertemu Gus Dur. Bertanyalah Gus Dur: Piye mbak mu ? (maksudnya gimana kabar bu Mega). Jawabnya “Wah mbludak Gus, siteris” (maksudnya pengunjung buanyak dan histeris). Nah saat mengunjungi kantor cabang NU Gus Dur berkeliling memeriksa kantor yang baru itu. Mereka mengirimkan surat undangan untuk mengundang Gus Dur. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa kantor sudah beres, hanya kurang eternitnya. Saat kunjungan Gus Dur melihat semua sudah rapi. Dan bertanya ” lho mana katanya kurang eternit? ini sudah rapi semua kok.” Jawab si pengurus NU ” ohh niku ingkang kurang eternit ingkang wonten komputer” Yang belum ada itu internet …bukan eternit … halaaah..

Yang lainnya silahkan menambahkan or lihat di status Face Book  saya saja ya…

Leave a Reply

Required fields are marked *.