Fiat Voluntas Tua

I Surrender Lord

| 0 comments

Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu”

Saat mampir ke toko buku Gramedia kemarin, saya terperangah dengan banyaknya buku berjudul 2012. Wah cepat sekali buku-buku tentang kiamat tersedia di publik. Tidak hanya buah bibir tapi juga semua ulasan tentang akhir zaman menjadi tinggal sejangkauan tangan, apalagi di internet. Nah, kalau sudah begini tidak heran kalau orang-orang  bahkan anak-anak yang disekitar kita sudah parno dengan kehidupan dan kesulitan sehari-hari tinggal bilang “sudahlah, sebentar lagi kiamat ini? buat apa susah-susah”. Atau adakah yang justru memilih bersikap tobat dan cepat merubah sikapnya?

Peristiwa kebakaran di sebuah pusat hiburan di Medan dan juga disebuah tempat hiburan di rusia, mengakibatkan banyaknya korban jatuh. Terlepas dari sebabnya, ternyata tidak adanya ventilasi dan tangga serta pintu darurat membuat lebih banyak orang terjebak didalamnya. Kalau sudah kejadian yang menelan korban demikian, apakah orang bertobat dengan tidak mengunjungi klub-klub hiburan lagi? Atau cukup bertindak seperti pemda Jakarta langsung sidak semua tempat hiburan dan menyegel lokasi yang tidak memiliki ventilasi dan tangga darurat?

Akhirnya semua terpulang pada kita sendiri, sejauh mana kita mempersiapkan diri menghadapi hari-hari menjelang kesempatan itu datang bagi setiap orang. Maka bila dikatakan Injil “Bertobatlah, Kerajaan Allah sudah dekat” layak dipahami dengan kesempatan yang semakin sedikit untuk bertobat. Kalau tidak sekarang, mau kapan lagi? Siapa dari kita bisa menjamin ada kesempatan kedua beberapa bulan lagi? beberapa tahun lagi?

Marilah di masa adven ini kita menyerahkan diri, mengakui segala kekurangan dan kesombongan kita, terutama tindakan kita yang lebih mengutamakan diri sendiri yang lebih tahu dari segalanya, termasuk mendewakan posisi, pangkat, pengetahuan, lebih tinggi dari karya kuasa Allah. Bukan hanya berhenti menyesali kesalahan dan kelemahan, tetapi juga percaya menyerahkan kehidupan kita  termasuk  kekhawatiran kita kepada Allah sang penyelamat dan pemilik kehidupan. Aku berserah, aku berserah seluruh tubuh, jiwa dan rohku, aku berserah pada sang Juru Selamat !

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=-6c4BbiXLaA]

Berserah kepada Yesus tubuh roh dan jiwaku;
kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus.

Berserah kepada Yesus dikaki-Nya kusujud.
Nikmat dunia kutinggalkan; Tuhan t’rima anak-Mu.

Berserah kepada Yesus, aku jadi milik-Mu.
B’ri Roh-Mu meyakinkan bahwa Kau pun milikku.

Berserah kepada Yesus, kub’rikan diriku.
B’ri kasih Mu dan kuasa-Mu, ya berkati anakMu.

Berserah kepada Yesus, kurasakan api-Nya.
Kar’na s’lamat yang sempurna, puji, puji, nama-Nya!

ref:
Aku berserah, aku berserah;
kepada-Mu juruselamat , aku berserah!


===============================================================================================

Bacaan Injil Lukas 3:1-6

Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”

Leave a Reply

Required fields are marked *.