Fiat Voluntas Tua

Love in Action

| 0 comments

“Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya dialah yang mengasihi Aku”

Mungkin beberapa dari kita pernah ikut pelayanan kunjungan ke penjara. Untuk yang baru pertama kai ikut pelayanan pasti deg-degan takut bertemu dengan para napi, apalagi kalau ke LP kelas kriminal. Sebagian yang ditemui berwajah menyeramkan dan bertattoo. Tetapi begitu selesai pelayanan ada perasaan gimana gitu melihat wajah-wajah warga LP yang sumringah bisa keluar dari selnya dan bersama-sama memuji Tuhan dan pulang kembali ke sel dengan sedikit bingkisan dan perut kenyang. Hhm… betulkah itu yang mereka butuhkan?

Dalam sebuah milis seorang mantan napi narkoba menceritakan sukadukanya selama di penjara termasuk rajinnya menghadiri pelayanan rohani yang sering diikuti. Inilah kesempatan yang ditunggu untuk menghirup udara segar. Melangkah 100 meter ketempat beribadah sambil menghirup udara luar rupanya merupakan kemewahan tersendiri baginya.  Tetapi begitu selesai pelayanan kembalilah mereka ke sel yang pengap dan sempit, kembali ke kehidupan penjara yang dingin dan keras.  Firman yang dia dapatkan dan pelayanan para tim yang datang tentu memberikan peneguhan tersendiri.

Ada satu pengalamannya yang membuat ia melihat kehadiran Tuhan, yaitu melalui kunjungan beberapa mahasiswa hukum sebuah universitas. Mereka beberapa kali juga melakukan kunjungan untuk mempelajari kasus-kasus yang ada. Dari pertemuan ‘akademis’ meningkat ke perjumpaan dialogis, perjumpaan antar sesama manusia dimana para napi menjadi dekat dan mencurahkan perasaan mereka. Ada kegalauan akan kasusnya, kekhawatiran akan nasib anak istrinya juga keluarganya yang lain. Rupanya mahasiswa ini tanggap, mereka menyampaikan pesan-pesan dari penjara ke keluarga dan sebaliknya. Sehingga para napi mendapat kabar kepastian keadaan keluarganya. Ada semangat hidup yang kembali menyala. Ada senyum kembali terkembang dibalik wajah yang keras dan tubuh bertatto. Ada secercah harapan dibalik penantian yang panjang.

Esensi dari setiap pelayanan inilah yang terkadang sering kita lupakan. Bukannya menafikan setiap pelayanan atau kegiatan baksos dan donasi. Tetapi manakala kegiatan itu belum mencapai hal yang paling hakiki, manusia yang betul merasa diperlakukan sebagai manusia seutuhnya, rasanya pekerjaan besar memang menanti kita.  Apa yang ada pada kita seperti waktu, dana dan talenta adalah sarana yang bisa dipakai dan digunakan bagi kemuliaan Tuhan. Maka marilah kita merefleksikan kembali apakah setiap kegiatan dan aktivitas yang kita lakukan sungguh dilakukan dengan hati dan kasih, dan pernahkah kita juga melakukan evaluasi sejauh manakah kita menjangkau hati mereka yang tersisihkan?

Hal ini juga dapat dilakukan dalam setiap karya pemberdayaan masyarakat, apakah dlam kemasan CSR Corporate Social Responsibility, LSM, ormas bahkan koperasi sekalipun.  Apapun yang kita lakukan hendaknya dilandasi dengan kasih, dengan melihat bahwa setiap orang memang membutuhkan perhatian dan perlu didengar dan disapa. Walhasil pendampingan yang terus menerus akan meningkatkan kualitas pelayanan kita dari sekedar kuantitas menjadi karya dengan kasih yang menyadarkan kita bahwa Allah hadir dalam kasih akan sesama.  Dengan kata lain kalaupun kita tidak sempat terlibat dalam pelayanan atau bakti sosial, bahkan tidak menjadi relawan, kita pun tetap bisa menyatakan cinta kita pada Tuhan dengan melayani sesama  yang membutuhkan perhatian dan pertolongan disekitar kita dengan sepenuh hati. Selamat melayaniNya.

=================================================================

Bacaan Yoh 14:21-26

“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu

Leave a Reply

Required fields are marked *.