Fiat Voluntas Tua

Menjadi Garam Atau Terang ? (Dari Samsi Darmawan)

| 3 Comments

Ketika masih hobi naik gunung dan camping saya tidak pernah lupa untuk membawa garam, minimal 1 kilogram, begitu juga dengan senter dan korek api, karena kedua benda tersebut sangat berguna dan berharga didalam hutan belantara yang gelap, dingin dan lembab itu dibandingkan uang atau perhiasan.

Garam itu sangat berguna untuk masak, selain itu mengusir binatang-binatang kecil (insect), seperti kelabang, kalajengking, lintah, pacet bahkan ular. Biasanya setelah tenda dipasang, kami menaburi garam disekeliling tanda dengan jarak kira-kira 30 – 50 sentimeter, lalu membuat saluran kecil disekitar tenda agar air hujan tidak masuk kedalam. Setelah itu kami membuat api unggun yang berguna untuk penerangan, juga untuk memasak dan menghangatkan udara yang lembab dan dingin.

Didalam kehidupan bermasyarakat kita saat ini, keadaan sangat tidak menentu, kebijakan negara dan kondisi sosial kehidupan sangat berbeda, sulit ditebak arahnya, bahkan banyak terjadi anomali, tidak jauh berbeda dengan hidup didalam hutan belantara, gelap dan cenderung menakutkan, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi didepan (besok), maka dari itu tugas kita sebagai pengikut Kristus menjadi garam atau terang.

Sifat garam adalah memberikan rasa atau mempengaruhi rasa, maka menjadi garam artinya harus larut dalam kehidupan, tetapi tidak kehilangan rasa asin yang sangat spesifik. Bukan seorang ahli masak pun akan tahu kalau masakan lupa diberi garam dan kita akan menjadi lemas tak bertenaga jika tidak ada garam yang diserap oleh tubuh.

Sedangkan sifat terang memberikan rasa aman dan mengalahkan gelap agar kita dapat melihat ada apa didepan kita, semua menjadi jelas. Maka menjadi terang artinya harus berada diluar, agar terang yang dihasilkan itu dapat dimanfaatkan bagi semua orang dan mampu memberikan harapan serta solusi. Kita semua akan menjadi anarkis jika tanpa terang.

Catatan Mat 5:13-18:

Ada 2 tugas ketika menjadi murid Kristus, yaitu menjadi garam atau terang. Jika kita memilih menjadi garam dunia, artinya larut didalam yang membawa sifat penyadaran diri (awareness). Sedangkan jika kita memilih menjadi terang, artinya kita berada diluar atau didepan atau diatas yang membawa sifat percerahan (enlightment) . Mana yang hendak dipilih, terserah pada kita sendiri.

Salam,

Samsi Darmawan

__._,_.___

3 Comments

  1. Salam kenal.
    Semoga sukses menjadi anggota DPR ibu, wakil rakyat yang berbuat untuk bangsa, negara, rakyat dan gereja.

    • Terima kasih mbak, tapi saya belum menjadi anggota DPR. Doakan agar tetap semangat dalam segala karya, sekecil apapun agar bisa berguna bagi mereka yang kurang beruntung.

  2. SUKSES SELALU….GOD BLESS U

Leave a Reply to Lucky Cancel reply

Required fields are marked *.