Fiat Voluntas Tua

Dari Roh Menjadi Daging, Dari Daging Menjadi Roh

| 0 comments

God Loves the World Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yoh 3:17)

Untuk bisa memahami dan dipahami anak-anak, saya memaksakan diri masuk ke dunia mereka. Sedapat mungkin ngobrol dengan teman anak-anak, atau  yang sebaya dengan mereka. Apa yang mereka sukai, kagumi, kadang juga kalau dapat SMS atau chat dari anak-anak ABG, saya mengernyitkan kening… apa artinya sih kok huruf mati semua? Saya selalu kagum dengan rekan aktivis yang bisa mendedikasikan diri untuk jadi tempat anak muda curhat. Relasi seperti ini dibangun dalam hitungan tahun dengan komitmen dan intensitas tinggi. Seorang rekan malah pernah jam 2 pagi meluncur ke StarBucks atau Mc Donald hanya untuk menjadi pendengar seorang gadis yang nyaris putus asa. Katanya : Saya tidak tahu lagi cara untuk menyelamatkan gadis ini dari keputus asaan, selain mendengarkannya.

Kalau kita mau memahami cara hidup binatang, nontonlah National Gegraphic Channel. Tapi itu hanya one way, anda menjadi penonton saja. Kalau mau lebih paham ya jadilah menjadi salah satu dari mereka, jadi binatang juga. Sehingga bisa dipahami pola pikir mereka. Sama seperti itulah Allah kita mengutus AnakNya meninggalkan segala ke Maha KuasaanNya untuk lahir kembali dari Roh menjadi Daging. Hanya untuk bisa memahami manusia dan dimengerti manusia bahwa Dia sungguh-sungguh mengasihi manusia.

Untuk manusia mana mungkin mengangkat dirinya menjadi Allah, siapakah dia seorang ciptaan yang menyamakan dirinya dengan Penciptanya? Tapi bagi Allah yang Maha Kuasa, yang Maha Pencipta, Dia bisa menciptakan segala sesuatu hanya dengan bersabda. Ia bisa membuat yang tidak ada menjadi ada, termasuk Dia juga membuat dirinya merendahkan keAllahanNya menjadi manusia hanya untuk menunjukkan bahwa Dia sungguh mencintai dunia dan tidak ingin setiap ciptaanNya binasa karena dosa.

Sehingga kalau kehidupan rohani kita tidak dilahirkan kembali, seperti bacaan Injil kemarin maka kita sulit untuk dapat menikmati kedamaian abadi yang ditawarkan Tuhan. Yang ada hanyalah ketakutan, kekhawatiran, dan memilih tinggal hidup dalam kegelapan dan kekosongan hidup.

Untuk bisa diterima dan dipahami manusia, Allah telah merendahkan diriNya menjadi daging, terlahir sebagai Yesus. Setelah selesai tugas perutusanNya di bumi, Ia wafat sebagai manusia tapi telah bangkit kembali bersatu dengan Allah Bapa. Kita tidak dapat lagi menjamah Yesus seperti para murid yang sempat hidup bersamaNya. Tapi kita masih dapat terus membangun relasi denganNya hanya kalau kita dilahirkan kembali dalam roh juga, karena Allah adalah Roh. Dan kalau hidup kita dipimpin oleh Roh, maka kita tidak lagi hidup mengikuti keinginan daging yaitu keinginan egoisme pribadi dan kepentingan sendiri. Tanpa ketakutan, tanpa kekhawatiran, hanya damai sejahtera mengisi hati kita.

===========================================================

Bacaan Yohanes 3:16-21

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatan nya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatan nya dilakukan dalam Allah.

Leave a Reply

Required fields are marked *.