Fiat Voluntas Tua

Tawar Tanpa Garam

| 0 comments

“Kamu adalah garam dunia”

Makanan tanpa garam akan terasa hambar, tidak enak dan tidak lezat, dan orang yang pantang garam kiranya yang bersangkutan sedang menderita sakit. Fungsi garam di dalam makanan memang untuk membuat makanan enak dan lezat dan tentu saja dalam ukuran yang wajar atau tepat. Maka jika Yesus bersabda “Kamulah garam dunia…kamulah terang dunia”  merupakan ajakan bagi atau panggilan kita untuk menjadikan diri kita dimanapun dan kapanpun sesuatu yang membuat enak dan lezat.

Kehadiran, perilaku atau sepak terjang kita dimanapun dan kapanpun diharapkan menarik dan memikat serta membuat sesama dan lingkungan hidup segar, nikmat dan sehat, bahagia dan damai sejahtera. Cara hidup dan cara bertindak kita semakin dikasihi oleh Tuhan dan sesama manusia. Kita dipanggil untuk saling menggarami dan menerangi sehingga kehidupan bersama menjadi enak, nikmat dan aman tenteram.
Sebagaimana garam sedikit saja cukup membuat lezat makanan, karena tepat atau pas sebagaimana dibutuhkan, maka hendaknya kita senantiasa menghadirkan diri atau menempatkan diri sedemikian rupa sehingga membuat hidup bersama enak dan nikmat, yang dalam bahasa Jawa sering disebut ‘empan papan’, tahu dan tepat menempatkan atau menghadirkan diri.

Kehadiran dan sepak terjang kita sebagai terang berarti kita senantiasa membuat segala sesuatu jelas, transparan; kehadiran dan sepak terjang kita membuat kebersamaan hidup menjadi jernih bukan keruh, teratur rapi bukan amburadul. Dalam kejernihan dan keteraturan diharapkan siapapun akhirnya dapat menghadirkan dan menempatkan diri dengan tepat dan pas sesuai dengan kebutuhan hidup bersama.. Kita semua dipanggil untuk saling berbuat baik, dan hendaknya tidak malu untuk berbuat baik dimanapun dan kapanpun.[Ign Sumarya, SJ]


===============================================================================================

Mat 5:13-16

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Leave a Reply

Required fields are marked *.