Fiat Voluntas Tua

Roh Tuhan Ada Padamu dan Ada Padaku dan Semua Orang Berkehendak Baik

| 1 Comment

“Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
Tidak kurang orang pandai di Indonesia, tetapi sementara orang menggunakan kepandaiannya   untuk mengakali hukum dan perundangan agar dapat memenuhi keinginan diri sendiri. Mengapa semakin langka kita temui pejabat publik ataupun orang-orang yang berpengaruh, pandai dan menggunakan kekayaannya untuk berbuat kebaikan bagi sekitarnya?
Disisi lain dari berita kisruhnya pola tingkah para pimpinan yang dipaparkan media, Roh Tuhan terus bekerja melalui tangan para relawan pada saat terjadi bencana seperti bencana kebakaran, gunung meletus, gempa bumi dsb. Para relawan tidak terlihat takut menembus bahaya, mereka mempertaruhkan nyawanya demi menemukan penduduk yang belum mau mengungsi. Bahkan ada relawan lereng Merapi yang kembali lagi membangun jaringan pipa air minum bahkan muncul gerakan menanami bukit yang tandus terbakar akibat awan panas. Ada juga gerakan kepedulian yang konsisten bekerja tanpa menunggu publikasi. Tidak mungkin ini semua dilakukan tanpa penyertaan Roh Tuhan, karena semua kebaikan berasal dari Sang Pencipta. Bagaimana dengan kita, apakah masih berkehendak berbuat kebaikan senantiasa?Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk menyadari konsekwensi rahmat pembaptisan yang kita terima. Kita telah menyerahkan diri untuk dikuasai Roh Tuhan debgan dibaptis demi nama  Bapa, Putra dan Roh Kudus. Diawal pelayananNya, Yesus mengajak kita menyerukan nubuat Allah ratusan tahun sebelum kelahiran Kristus : “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Setiap kali kita menghadiri Sakramen Ekaristi, di akhir misa kita diingatkan kembali kepada tugas perutusan kita untuk setia mengikuti misi yang diberikan Kristus kepada kita – kita semua diutus untuk :

  1. Menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang miskin –  kabar terindah bagi orang miskin adalah memberikan kesempatan kepada mereka secara berkeseinambungan; sampai menumbuhkan kepercayaan dan harapan bahwa sebentar lagi mereka tidak miskin lagi. Tidak lagi dipusingkan urusan biaya sekolah dan biaya pengobatan karena tersedia pelatihan ketrampilan, ada kesempatan untuk bekerja  dengan upah memadai. Ada harapan untuk kehidupan dan masa depan anak-anaknya yang lebih baik.
  2. Memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan – masih banyak orang-orang disekitar kita tertawan dengan pekerjaannya bahkan kekayaannya, tertawan dengan ketamakannya bahkan tertawan dengan kesepian karena tidak memiliki teman sejati. Yang ada disekitar mereka adalah kelompok oportunis dan pragmatis – yang mendekat bila ada ‘maunya’ saja dan menjauh saat kita sedang menderita.  Atau jangan-jangan kita sendiri masih tertawan dengan egoisme kita sendiri?
  3. Memberikan penglihatan bagi orang-orang buta – Masih banyak yang melihat secara fisik tapi buta secara spiritual, tidak mengenali kehadiran Allah dalam kehidupan mereka.  Sehingga yang diucapkan hanya keluhan dan kata-kata negatif. Selalu terlihat kekurangan dan kelemahan pihak lain. Kurangnya rasa syukur dan penyesalan diri berkepanjangan jutru akan membuat diri kita menjadi  tertekan. Semoga kita tidak buta melihat rahmat Allah yang telah tercurah bagi kita diantara segala  situasi yang gelap dan buram disekitar kita.
  4. Membebaskan orang-orang tertindas – Perlu kepekaan tersendiri mengenali orang-orang yang tertindas ini, bisa jadi mereka tertindas karena kekuasaan yang berkelebihan, atau tertindas dengan gaya hidup pasangannya, atau mereka sebenarnya korban KDRT yang terpaksa harus tersenyum karena ‘jaim’ – jaga image. Semoga kita dijauhkan dari penindasan terhadap orang lain  terutama orang-orang yang mengasihi kita. Semoga kita juga tidak terlibat penindasan atas orang-orang disekitar kita, terutama mereka yang lebih lemah dan lebih muda seperti anak-anak kita.
  5. Memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang – Kita diutus untuk mengabarkan kepada  sebanyak mungkin orang agar mereka menyadari bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, mengajak mereka untuk  memiliki kerendahan hati untuk bertobat.

Tidak mudah memang untuk melakukan perutusan ini, maka dibutuhkan Roh Tuhan yang menguasai kita. Roh yang telah memimpin Yesus dalam berkotbah dan melayani semua orang yang sakit dan lumpuh, adalah Roh yang sama dengan yang kita terima saat pembaptisan. Tugas kita bukan untuk membebaskan diri sendiri dan menikmati rahmatNya untuk kepuasan diri, tapi justru menjadi Kabar Baik bagi orang-orang lain.

Maka kalau kita menyerahkan diri kita dikuasai Roh Tuhan sama seperti Kristus menyerahkan dirinya secara total pada awal karya pelayananNya, hari ini juga genaplah nubuatan ini saat kita mendengarnya  dan mari memulai karya pelayanan perutusan kita bersama Dia. Roh Tuhan tidak akan membuat kita berdiam diri dan berkata ” ah… itu kan bukan urusan saya, itu urusan para pembesar dan penguasa, saya sudah cukup puas dengan keadaan saya.”

Tidak mungkin kita akan hidup tenang  dengan melihat keadaan sulit disekitar kita. Roh Tuhan akan membuat kita gelisah sampai kita berkarya dan berani bersuara dan bertindak saat terjadi ratap tangis ketidak adilan dan pembodohan. Roh Tuhan membutuhkan tubuh kita untuk bergerak, berkarya, berpikir, berbicara dan bertindak. Tuhan bisa menggunakan tubuh orang lain kalau kita menolak tubuh kita dikuasai olehNya. Inilah kesempatan yang harus kita gunakan seluas-luasnya untuk menyatakan kemuliaanNya. Dengan demikian karya kita bukan hanya seputar mimbar dan altar, tapi juga meluas ke pasar (market place) dan dimana-mana sehingga terciptalah  keadaan dimana kedamaian, kesejahteraan dan keadilan tinggal bersama kita sesuai dengan doa kita: Datanglah Kerajaan Mu di bumi seperti didalam Surga.

============================================================================
Bacaan Injil Luk 4:14-22a

“Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya

One Comment

  1. Lalu, bolehkah saya berbicara untuk sejenak tentang iman itu, oleh kuasa Roh Kudus? Paulus berkata bahwa anda tidak dapat memiliki iman itu oleh diri anda sendiri. Hal itu berasal dari Allah. Anda tidak menghasilkannya oleh diri anda sendiri. Anda dapat membaca dan membaca dan membaca, tetapi anda tidak akan pernah membaca hal itu. Anda dapat merenggut dan merenggut dan merenggut, tetapi anda tidak dapat merenggut hal itu. Anda dapat belajar dan belajar dan belajar, tetapi hal itu tidak dilakukan oleh kecerdasan seseorang, oleh kecerdasan pikiran seseorang. Dia tidak dapat tiba ke dalam institusi rohani yang besar itu oleh dirinya sendiri. Mereka harus datang dari Allah. Mereka adalah karunia Allah.

Leave a Reply to Lolita Guthrie Cancel reply

Required fields are marked *.