Fiat Voluntas Tua

Sia-sialah Mujizat Tanpa Pertobatan

| 0 comments

“Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat”
Hari ini sesuatu banget, bisa bangun saat adzan subuh lalu mandi dan bersiap-siap antar anak ke sekolah. Berhubung si ayah ke bandung, ibunya giliran antar ke tarki. Cuma karena SIM saya sudah expired dan tidak ada supir, pilihannya adalah pakai taksi atau minta kakaknya antar dengan mobilnya. Duh… baiknya si kakak yang lagi libur mau juga bangun pagi untuk antar adiknya.  Senangnya lagi saya bisa diantar kakaknya sekalian menemani misa pagi ini. Karena kalau langsung ke kantorpun belum dibukakan pintu berhubung OB datangnya jam 7.
Buat saya kejadian pagi ini suatu mujizat, bukan kebetulan terjadi karena pasti Tuhan mengijinkan saya mengalaminya. Tuhan mendengar doa saya untuk masing-masing anak, dan kali ini Ia menjawab doaku dengan membangunkan anakku untuk mengantarkan adiknya ke sekolah dan antar ibunya misa pagi sekalian ke kantor. Tentu mujizat perlu disyukuri dan dirayakan… gak usah mahal-mahal, traktir semangkuk bubur ayam Senopati itu nyamnyam lhooo…
Injil hari ini mengingatkan kita bahwa tidak ada masalah terlalu besar yang tidak bisa Tuhan selesaikan. Seorang raja yang ketakutan akan serangan musuhpun hanya minta berserah dan percaya pada kekuasaan Tuhan. Yang penting dia percaya dan mujizat bisa terjadi. Demikian pula dengan para penduduk kota yang melihat banyak mujizat yang dibuat Yesus di kota itu, ternyata tidak membuat mereka percaya apalagi bertobat, wah… sudah pasti hidupnya penuh kekhawatiran dan ketakutan.
Sebenanrya niat saya ke gereja mengikuti misa pagi ini untuk bersyukur atas terkabulnya doa saya selama sebulan ini. Sejak  bulan lalu saya dihubungi panitya IAHI Jogya untuk mengajar disana. Ingin sekali saya bisa mengajar di seminar Haggai kembali setelah sekian lama vakum, apalagi kali ini pesertanya para romo dan suster… wadaaoww… siapa saya kok dipilih jadi faculty di angkatan khusus ini? Saya ragu bakal dapat ijin cuti 3 hari dari kantor karena jatah cuti saya baru saja dihabiskan 2 minggu urusan partai. Lagipula jadual pembekalan di beberapa tempat oleh client belum juga ditetapkan karena berbagai pertimbangan. Tapi kekhawatiran saya selalu saya bawa dalam doa karena semua tugas ini datangnya dari Tuhan, saya kembalikan kepadaNya sang Pemberi Tugas mana saja yang harus saya lakukan. Kemarin sore saya menghadap bos ternyata langsung dapat ijin. Wow banget!!
Tidak ada yang kebetulan didalam Dia bagi orang yang percaya. God is soooo good!
Marilah kita syukuri penyertaan Tuhan dalam tiap langkah kehidupan kita. KehadiranNya muncul dengan berbagai mujizat kecil atas jawaban-jawaban doa dan keingingan kita. Kalau kita percaya bahwa inilah tanda penyertaanNya tentu kita perlu bersyukur karenanya. Bersyukur karena Ia lebih dulu mencintai kita, bersyukur karena Ia sangat memperhatikan kita bahkan kita telah ditebus oleh darah Kristus sebelum kita menyadarinya. Bersyukur karena Ia mempercayakan banyak hal untuk kita lakukan, ya kita dipilih untuk menjadi alatNya, alat perluasan Kerajaan Allah. How Great Thou Art….
Rasa syukur membuat kita menyadari siapa kita dan mengenali kelemahan kita. Apalah artinya kita dibandingkan Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Rasa syukur membuat kita bisa mengenali mujizat demi mujizat yang terjadi disekitar kita, karena kita menanggapi cintaNya, karena kita mau meninggalkan manusia lama kita untuk diperbarui olehNya. Memiliki hati seperti hatiNya, memiliki mata seperti mataNya.
===========================================================================================
Bacaan Injil  Mat 11:20-24

“ Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”

Leave a Reply

Required fields are marked *.