Fiat Voluntas Tua

Novena Pentakosta : Hari III

| 0 comments

Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya

Santo Petrus menuliskan suratnya untuk ditujukan kepada orang-orang yang sebelumnya masih hidup dalam ‘kebohohan’ artinya orang-orang yang belum mengenal Allah yang benar. Dengan menerima pewartaan dari Petrus, mereka percaya dan dibaptis dan menjadi warga Kerajaan Allah. Dengan demikian mereka memperoleh keselamatan. Karena itulah orang-orang sangat gembira dan bersuka cita.

Kita semua juga seharusnya seperti orang-orang yang mendapat kiriman surat dari Santo Petrus itu. Kita sebelumnya hidup dalam ‘ketidaktahuan’ . Kita juga belum pernah melihat Yesus meski demikian kita mencintai Yesus pula, sebab Yesus lebih dulu mencintai kita, dengan cinta yang kekal. Dengan menerima Yesus sebagai Juru Selamat dan mencintaiNya kita masuk dalam jaringan keselamatanNya tetapi lebih-lebih kita berbangga menjadi umat kriatiani. Untuk selanjutnya kita berani berseru: ‘hidup atau mati’ untuk Kristus!

Kita semua lalu mendapat panggilan.  Panggilan ‘dari’ dan panggilan ‘untuk’. Kita dipanggil keluar ‘dari’ kebiasaan-kebiasaana yang sia-sia yakni bila mengikuti hawa nafsu kita. Sejauh mana naluri-naluri yang negatif masih menguasai budi dan hati kita, atau masih kita biarkan hidup dan tumbuh yang bisa nanti mencekik Roh Kudus yang ada didalam diri kita. Mungkin kita tidak bisa mencabut atau membuangnya, tetapi kita berusaha selalu yang memegang kendali atau kita menjadi tuan atas diri kita, bukan naluri yang mengemudikan hidup kita.

Kita dipanggil ‘untuk’ menjadi kudus. Ini tidak berarti kita diminta untuk banyak berdoa dan mengikuti Ekaristi. Itu baik tetapi bukan hanya itu. Hidup kudus tidak berarti berada diseputar altar, tetapi lebih-lebih diluar gedung gereja. Artinya kita ingin meneladan Allah yang selalu mengasihi. Ini mengajak kita memilih untuk berbuat baik, untuk bersikap baik bagi sesama, peduli, membantu dan menolong sesama kita. Kita selayaknya menjadi berkat bagi orang-orang lain.

Menjadi kudus juga membutuhkan waktu dan tidak dapat seketika terjadi. Kita perlu melewati jatuh bangun. Tetapi kita perlu percaya dengan bimbingan Roh Kudus, setahap demi setahap Roh Allah menuntun kita untuk menjadi semakin kudus.

Sumber: Novena Pentakosta – Subroto Wijojo SJ

========================================================================================================

Bacaan dari 1 Petrus 1; 8-16

Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat. Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Leave a Reply

Required fields are marked *.