Fiat Voluntas Tua

Mengenal Adorasi Sakramen Maha Kudus

| 1 Comment

 Gereja Katolik yang kudus mengajarkan bahwa pada saat Konsekrasi dalam Misa, roti dan anggur di altarsungguh-sungguh menjadi Tubuh, Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an Yesus Kristus.Roti dan anggur sudah tidak ada lagi, meskipun wujudnya dan sifatnya tetap roti dan anggur.Perubahan yang amat penting ini oleh Gereja Katolik dinamakan perubahan hakiki atau transsubstansiasi- perubahan seluruh substansi roti ke dalam substansi Tubuh Kristus, dan seluruh substansi anggur ke dalam substansi Darah-Nya.

ADORASI SAKRAMEN MAHA KUDUS

Kepada Hosti yang telah dikonsekrir kita bersembah sujud seperti kepada Tuhan sendiri, karena Roti yang telah dikonsekrir tersebut sungguh-sungguh adalah Tuhan Yang Mahakuasa sendiri.Bentuk penyembahan tertinggi ini disebut LATRIA. Pendapat yang menyatakan bahwa Kristus hanyalah unsur Ekaristi, sama seperti lambang, atau bahwa Kristus hanya diterima secara rohani, sungguh bertentangan dengan Konsili Trente.

KEHADIRAN-NYA NYATA

Baik roti maupun anggur yang telah dikonsekrir, keduanya mencakup seluruh Yesus Kristus – Tubuh-Nya, Darah-Nya, Jiwa-Nya dan Ke-Allah-an- Nya.Jadi, mereka yang menyambut komuni, baik dalam rupa roti maupun dalam rupa anggur, menyambut seluruh Kristus.Lagipula, serpihan terkecil dari sebuah Hosti yang telah dikonsekrir ataupun tetesan terkecil dari angguryang telah dikonsekrir adalah seluruh Kristus. Jadi, Kristus tidak terbagi, Ia tetap satu. Kristus hadir selama wujud roti dan anggur masih ada.

Jika sebuah Hosti yang telah dikonsekrir dilarutkan dalam air, sehingga tidak berupa roti lagi, ia bukan lagi Yesus.Dengan demikian, Kristus hadir dalam diri orang yang menyambut komuni selama kurang lebih 15 menit,dan ia selayaknya menyembah Dia yang ada dalam dirinya selama Ia hadir secara sakramental.

Memang benar bahwa Tuhan ada di mana-mana, sebagai Pencipta serta Penyelenggara segala sesuatu, dan bahwa Ia hadir melalui rahmat pengudusan dalam semua jiwa yang berada dalam keadaan rahmat, namun kehadiran-Nya tersebut adalah kehadiran rohani.

Kehadiran Kristus dalam Ekaristi – Tubuh, Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an- Nya – adalah sepenuhnya unik, dan kehadiran-Nya dalam Ekaristi itu saja yang merupakan Kehadiran Allah.

Hosti yang telah dikonsekrir dapat diletakkan di MONSTRAN dan itulah Yesus yang akan dijumpai di ruang Adorasi.Oleh karenanya duduk bersimpuh dan berdoa dihadapan Sakramen Maha Kudus adalah sama dengan hadir dihadapan Yesus sendiri. Ia yang maha ada dan hidup, sungguh hadir secara nyata bukan saja dalam bentuk imajiner atau rohani, tapi Ia sungguh ada ditempat itu.

Maka suatu Rahmat yang luar biasa jika kita bisa berada ditempat itu untuk mengalami Kasih-Nya.Ia dapat dijumpai, dialami dan Ia mendengarkan serta memberikan apa saja yang kita minta seturut kehendak-Nyadan tentu saja yang Ia berikan adalah yang terbaik bagi kita. Banyak hal akan tetap tidak kita mengerti dan menjadi suatu misteri Allah, namun disitu pula letak penyadaran akan keterbatasan manusia serta ketidakberdayaan manusia untuk bisa menangkap dan memahami sesuatu yang ilahi.Itulah yang disebut Iman ketika kita bisa percaya untuk memaknai bahwa Yesus, putra Allah yang bersama Bapa dan Roh Kudus adalah Allah yang baik dan selalu serta tetap baik walau apa yang dialami manusia nyatanya terlalu banyak masalah dan persoalan.Allah setia, Allah adalah Kasih dan dalam kasih-Nya Ia terus menyertai manusia dan memberikan kekuatan agar setiap manusia mendapat kelegaan, damai serta Sukacita-Nya.

Mari kita mengikuti
Adorasi dan Lectio Divina
setiap hari Jum’at pkl.06.30-08.00
di Ruang Adorasi, gereja St.Yakobus KAJ
Kelapa Gading – Jakarta
Salam kasih,

dr.Irene

One Comment

  1. Mari Ikut Adorasi Sakramen Maha Kudus … :)

Leave a Reply

Required fields are marked *.