Fiat Voluntas Tua

Selamat Hari Ibu

| 0 comments

“Jiwaku memuliakan Tuhan”

Kehamilan bagi seorang wanita adalah suatu peristiwa hidup yang luar biasa setelah pernikahan. Kalau pernikahan merubah status seorang perempuan menjadi seorang istri, maka kehamilan membuatnya menjadi lengkap untuk belajar menghadapi fase kehidupan terberat menjadi seorang ibu. Berat sejak awal, karena untuk memberikan kehidupan baru bagi seorang bayi yang dipercayakan Sang Pencipta kepadanya, seorang ibu harus menanggung beban psikis dan fisik selama 9 bulan dan harus siap bertaruh nyawa demi sang bayi yang dikandungnya sekian lama.

Perjuangan berikut tidaklah lebih mudah, karena pada umumnya tidak banyak ibu punya pengalaman sebagai ibu. Bahkan perjuangan membesarkan anak pertama dan kedua ternyata tidak selalu relevan, masing-masing anak memiliki karakter berbeda. Sehingga menuntut ketrampilan berbeda – yang tidak pernah dipelajari sebelumnya dimanapun. Btw, masalah anak-anak sejak bayi hingga balita bahkan saat disekolah sampai mahasiswa ternyata tidak pernah sama. Seorang teman memiliki kebiasaan tirakat puasa  bagi anak-anaknya, satu persatu , kalau sedang ujian dia bisa berpuasa seminggu penuh. Belum lagi saat anak-anak sakit, biarpun sudah mahasiswa tetap saja ditelpon bahkan sengaja datang biarpun harus naik bis berjam-jam lamanya. Maka perhatian yang dituntut rasanya tidak pernah cukup dari seorang ibu bagi masing-masing buah hatinya. Tugas sebagai ibu tidak melepaskan tanggungjawab seorang perempuan sebagai istri. Maka tugas multi tasking ini memang menuntut kepiawaian tersendiri. Tidak jarang para suami terlecehkan karena perhatian sang istri lebih banyak tercurah pada anak-anak.

Pekerjaan seorang ibu adalah pekerjaan 24 jam. Tetapi anehnya, tidak ada seorang ibupun yang merasa lelah dan kapok sebagai ibu. Hebatnya lagi, setelah bertarung nyawa pada kelahiran pertama, masih berani menanggung kelahiran berikutnya. Itu semua hanya bisa dilakukan oleh para ibu yang mengandalkan kekuatan Tuhan dalam hidupnya. Karena semasa kehamilan, ada suatu rasa aneh yang tidak dapat terkatakan saat si jabang bayi bergerak-gerak. Kok bisa ya? ada mahluk hidup didalam tubuhku? Bisa diajak berbicara bahkan bisa merasakan apa yang ibu rasakan.

Disinilah saatnya dimana setiap perempuan yang pernah melahirkan bisa merasakan nikmatnya rahmat Tuhan yang memberikan kepercayaan bahkan memberikan kekuatan untuk bertahan, untuk belajar mencintai mahluk asing dalam tubuhnya. Hari demi hari ikatan itu makin kuat sampai pada hari H. Maka sulit kita menemukan seorang ibu yang baik yang tidak berdoa. Kekuatan yang mereka miliki, kelembutan yang tidak ada habisnya, kesabaran yang  terus diperpanjang, itu semua datang dari kekuatan doa.Ibu yang takut akan Tuhan akan mampu melahirkan anak-anak yang tangguh dalam menghadapi kehidupan.

Mungkin ada kita temui mantan istri, tapi tidak pernah akan ada mantan ibu. Ikatan batin yang terjadi selama sekian bulan, tidak tergantikan oleh apapun. Bahkan  sekalipun seorang anak menolak ibunya, si ibu tidak kuasa menolak ikatan batin yang mengikatnya seumur hidup. Maka kalau sampai ada ibu yang tega-teganya melakukan aborsi bahkan membunuh anak-anaknya sendiri, rasanya ibu-ibu demikian adalah manusia yang sudah terenggut rasa kemanusiaannya. Bagaimana ia bisa mencintai Tuhan yang tidak kelihatan, kalau dengan abang bayinya saja ia tega ‘membunuh’ dan menyia-nyiakannya.

Bagi para pria dan para bapak, inilah kesempatan terindah untuk menghubungi ibu anda juga mencium kening istri anda. Katakan betapa besar rasa terima kasih anda pada mereka. Mari bersyukur atas segalanya; anda sampai di titik kehidupan saat ini akibat doa dan tangis serta pelukan mereka. Berbahagialah anda yang maish memiliki ibu dan masih didampingi istri tercinta. Jadilah suami yang setia karena anak-anak anda akan semakin mencintai ibunya dengan melihat bagaimana besarnya cinta anda pada ibu mereka.

Selamat hari ibu bagi semua ibu, mama, mami dimanapun juga. Mari kita syukuri karya dan kasih Tuhan yang telah melimpahi kita dengan kasih sehingga kita belajar mencintai dan mengasuh anak-anak kita. Diantara ketakutan dan kegamangan menjelang perubahan status menjadi ibu, ternyata Tuhan tidak pernah jauh dari kita. Kita belajar menjadi ibu dari ibu kita, dan kita belajar mengenal  Tuhan yang tidak kelihatan, merasakan cintanya yang tidak berkesudahan juga dari ibu kita. Mari kita sampaikan doa dan cinta kita kepada para ibu,  kita  bisikkan terima kasih dan syukur kita kepadanya.Semoga dengan rahmat Tuhan kita bisa menjadi apa yang diimpikan dan didoakan saat nama kita disebut-sebut dalam doa  ibu tercinta sejak kita masih kecil.

==============================================================================================

Bacaan Injil Luk 1:46-56

“Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya

Leave a Reply

Required fields are marked *.