Fiat Voluntas Tua

Makanan Rohani dan Jasmani

| 0 comments

Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.

Almarhum ibu saya punya hobby koleksi tas, tapi yang disukainya adalah tas yang besar dan kuat, maka umumnya tas nya terbuat dari kulit. Ibu memang orang yang ‘macak’ sejak remaja, bahkan dalam keadaan terbatas pun masih kreatif menghasilkan segala sesuatu untuk tampil rapi tanpa memberi kesan berlebihan. Sayangnya kedua anak perempuannya tidak  ‘semacak’ sang ibu :D Tapi yang membuat saya kagum adalah isi tas ibu itu lho. Segala nya ada didalam tas ibu, seperti tas Doraemon layaknya. Dari  keperluan anak seperti permen, kadang ada mainan kecil terselip, tensoplast sampai berbagai obat-obat P3K ada. Masih diluar perkakas perempuan seperti  peralatan kosmetik kadang terselip juga baju ganti anak.

Lho? untuk siapa barang sebanyak ini bu. Ibu saya cuma tersenyum, nanti kamu juga tahu. Maklum ibu terbiasa bepergian dengan anak banyak. Total 7 orang lho. Jadi ada saja yang dibutuhkan anak-anak waktu kecil. Tapi itu kan dulu waktu kami masih kecil. Ternyata kebiasaan itu tidak berhenti dan tas ibu tetap saja tidak berubah. Saya baru mengerti saat di gereja ada umat yang pingsan, maka ibulah yang pertama-tama bangkit dan paling repot mengurusinya. Isi tasnya keluar semua.  Ada obat gosok, ada minyak angin, ada salonpas.

Demikian juga setiap kali pergi pasti ia membawa setumpuk uang tunai, buat apa ibu bawa banyak uang, apakah untuk belanja, tanya saya. Ternyata setelah saya amati, ia selalu saja siap membantu siapa saja yang ia temui hari itu. Apakah itu pendeta, romo, suster, bahkan tukang yang istrinya sedang sakit, dan siapapun yang sedang susah, pasti dengan cepat ibu membuka tas Doraemonnya.Wah.. sungguh saya bangga punya ibu yang memikirkan orang lain lebih dari dirinya sendiri.

Satu hal yang saya belajar dari ibu, ia selalu mudah tergerak melihat orang yang mengalami kesulitan, yang membutuhkan pertolongan. Compassion, susah diterjemahkan ya, tapi itulah hati yang berbelas kasihan, yang welas asih. Yang tidak tega melihat orang lain susah.  Ia tidak saja mendoakan mereka, tetapi juga memberikan jalan keluar yang dibutuhkan. Ia tidak hanya memberikan makanan jasmani yang dibutuhkan, tapi mendoakan mereka dulu sebelum mereka pergi. Ia berikan makanan rohani dan jasmani sekaligus setiap saat berteu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Itulah hati yang dimiliki Yesus, Ia ingin murid-muridNya memiliki hati yang demikian sehingga Ia meminta mereka memberi orang-orang itu makan.

Hati yang berbelaskasihan membuat kita mampu melakukan sesuatu bagi orang lain, berbagi dengan orang lain bahkan saat kitapun tidak memiliki apa-apa. Tapi melalui hati yang tergerak oleh kasih Tuhan, yang terjadi tidak hanya pemenuhan kebutuhan, tapi juga sukacita melimpah bahkan sampai berlebih. Maka tidak salah bila dikatakan “berbahagialah tangan yang memberi” tanpa harus meminta dan mengira-ngira akan  mendapatkan balasan apa nantinya. Memberi dengan tulus tanpa pamrih akan menghasilkan sukacita Ilahi, yang tidak terbayarkan dengan apapun selain rasa syukur pada Tuhan. Semoga kita selalu memiliki semangat berbagi, dan dengan tulus mau menolong siapapun tanpa pamrih, tanpa meminta balas jasa dan imbalan di kemudian hari.  Mujizat bisa terjadi karena ada orang-orang yang hatinya digerakkan oleh Roh Kudus untuk menolong membantu orang lain, bukan hanya seorang tapi banyak orang tergerak dan akhirnya menjadi gerakan berbagi dengan ketulusan satu dengan yang lain. Yang tersisa nantinya adalah 12 bakul penuh kedamaian dan sukacita.

Maka jangan sampai kita kehilangan kesempatan untuk bertemu Tuhan saat kita melihat orang-orang yang kelaparan, yang membutuhkan pertolongan. Menolak mereka berarti juga menolak Tuhan yang lapar. Tidak hanya lapar akan makanan tapi juga lapar akan kasih sayang, akan keadilan dan akan kesetaraan. Semoga mata hati kita tidak tertutup melihat kehadiran Tuhan disekeliling kita dan kehilangan kesempatan bertemu dan melayaniNya.

==============================================================================================

Bacaan Injil Mat 14:13-21

“Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak”

Leave a Reply

Required fields are marked *.