Fiat Voluntas Tua

Seorang Imam Purwokerto hendak Gelar Wayang Wahyu

| 0 comments

Rabu malam, 19 Mei pastoran Tyas Dalem Kroya terasa gayeng. Gamelan ditabuh dalam suasana akrab. Diiringi penabuh dan sinden yang sebagian besar Muslim, Rm Agustinus Handi Setyanto Pr sedang menjalani latihan pagelaran wayang wahyu.

Lakon Sang Maria diangkat karena moment penting bulan Maria dan peresmian tempat ziarah Kanjeng Ibu Siti Maryam di kompleks kapel Stasi Adipala.
Menurut Rm Handi tidak mudah membuat alur cerita tentang Maria berdasar teks Kitab Suci. “Kita tahu, kisah mengenai Maria di dalam Kitab Suci hanya sepenggal-penggal dan tidak membentuk sebuah narasi lengkap,” katanya. Menurutnya, alur kisah yang lengkap mestinya ada introduksi, konflik, klimaks, antiklimaks dan solusi. Namun si penulis naskah pakeliran Wayang Wahyu tak kurang akal.

Lakon Sang Maria dalam wayang wahyu ini mengetengahkan kisah pokok kesetiaan Maria dalam menanggapi Sabda Allah: mulai diutus untuk mengandung dan melahirkan Yesus, sampai kesetiaanNya mendampingi putera pada jalan salib-Nya. Maria tampil dalam latar-belakang kehidupan kesehariannya: hidup sebagai anak Yoakim dan Anna di desa Nasaret, berpacaran dengan Yusup, berprihatin dengan penjajahan Romawi yang membebani pajak secara berat. Dikisahkan pula sebagai latar belakang: adegan perang gagal: perang antara prajurit cacah jiwa dengan rakyat Yudea yang merasa terkekang karena kekuasaan Kaisar Agustus.

Rencananya pagelaran akan berlangsung pada  Jumat 28 Mei 2010. Kegiatan terangkai dengan Misa pemberkatan Pisowanan Kanjeng Ibu, panti semedi Pieta, dan pemberkatan jalan salib. Malamnya digelar wayang wahyu berjudul Banjaran Kangeng Ibu Siti Maryam.  Kegiatan akan berlangsung di kompleks Kapel Stasi Adipala di Jalan Kakap, Adipala (sebelah timur pasar Adipala) Kabupaten Cilacap. tr

Leave a Reply

Required fields are marked *.