Fiat Voluntas Tua

Free 4 All

| 0 comments

“Pergilah dan beritakanlah”

Dalam hukum dagang dan hukum manusia, ada ‘take & give”. Kalau selisih namanya untung, kalau kurang namanya buntung alias rugi. Atau kalau didunia ‘persilatan’ para fasilitator atau motivator biasanya kenal istilah WIIFM : what’s in it for me? Apa ‘untung’nya bagi saya?Setiap peserta atau audience dalam suatu kelas pengajaran atau seminar harus digiring pada suatu nilai pemahaman bahwa mereka tidak akan menyesal telah meluangkan waktu (apalagi mbayar) menghadiri acara tersebut. Semua harus dikemas semenarik mungkin agar peserta bertahan dari awal hingga akhir. Tentu dengan harapan bahwa pelanggan  puas, besok-besoknya bisa diundang lagi…. dan dibayar lagi :D

Yesus mengajarkan hal yang berbeda untuk kita yang dipanggil melalui rahmat pembaptisan. Tugas seorang utusan cuma satu, disuruh pergi untuk memberitakan Kasih Bapa, untuk bersaksi akan kasihNya. Kita mengisahkan pengalaman kita bersama Dia dalam kehidupan kita sehari-hari. Pergi mengunjungi yang sakit, dan disakiti, membangkitkan yang mati – yang hopeless, yang sudah tidak punya semangat hidup, yang tidak punya pengharapan – juga pergi mencari yang terbuang (orang kusta itu pasti disingkirkan), dan akhirnya mengusir yang jahat. Bukan sebagai ghost buster, tapi menyapa mereka yang terikat roh jahat, kebiasaan jahat, dan menggantikannya dengan kasih.

Begitu dekatnya Kerajaan Sorga, sedekat hati kita sendiri, hanya disekitar kehidupan kita, sehingga gak perlu sangu, gak perlu uang, pangkat dan jabatan. Its in ourself, sudah ada dalam hati dan kehidupan kita ! Menjadi saksi Kristus, menjadi utusannya adalah pergi mengisahkan pengalaman cinta kita bersama Dia. Just be your self, gak usah ‘jaim’, gak usah cari panggung dan mimbar untuk bersaksi, atau direkam di CD dan masuk majalah. Ya kalau ada sampai sana sih, boleh-boleh aja. Tapi Kerajaan Allah tidak perlu sarana sophisticated seperti itu.

Mari pergi mengunjungi orang-orang disekitar kita, keluarga dan para kenalan kerabat kita. Bersaksilah dengan perkataan, perbuatan dan yang penting dengan hati. Mereka bisa melihat apakah kita tulus atau tidak dari apa yang kita lakukan dan perkatakan. Mereka akan melihat bahwa kita menjadi saksi Kristus saat kita tetap tegar ketika sedang dirundung duka dan malang. Tetap bisa tersenyum saat kita sedang berduka atau dirundung malang. Tetap berkata baik walau kita telah disakiti bahkan ditipu, apalagi bisa mengampuni yang menyakiti kita.

Tidak perlu kita mengharapkan apakah kesaksian itu diterima dengan ‘tanda’ terima kasih, pujian bahkan bisa jadi juga ditolak. Bukan urusan kita lagi, tapi apapun hasilnya kita tetap harus bersaksi saat bertemu dengan setiap ‘mahluk’. Tetap harus menyalaminya dan meninggalkan berkat bagi mereka. Kalaupu ditolak, berkat dan rahmat yang kita terima pun tidak akan berkurang. Kenapa?  Karena kita telah mendapatkan ‘semuanya’ gratis, gretongan dari Bapa di Surga. Segala kesempatan, talenta, pangkat, gelar, keluarga, kekayaan  serta fasilitas bahkan waktu dan kesehatan adalah rahmat yang Tuhan berikan bagi kita. We got it free… and we should give and use it for free, digunakan untuk sepenuhnya memuliakan Tuhan melalui kesaksian hidup kita. Jangan berpikir kita bakal ‘untung’ berapa, bakal dapat pujian, posisi bahkan disanjung-sanjung.

Sudahkah kita menanggapi penugasan Kristus? Ataukah kita merasa sekarang belum waktunya? Atau kita belum siap? Tidak  akan pernah ada waktu yang sempurna bagi kita, tidak ada yang perlu diandalkan dari kita, karena semuanya hanyalah kasih karunia Allah semata, and its free… Maka menjadi utusan Kristus hanyalah ‘be your self’ , do your best in everything and let God do the rest.

==============================================================================================

Bacaan Mat 10:7-13

“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu

Leave a Reply

Required fields are marked *.