Fiat Voluntas Tua

Goal vs Process Oriented

| 0 comments

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”

Dalam berhubungan dengan para profesional sering didapati berbagai kebingungan dilapangan terutama para pelaksana dan penyelia dalam pengambilan keputusan. Manakah yang lebih penting, orientasi pada hasil atau orientasi pada proses? Bila mengutamakan kuantitas pasti orientasi pada hasil, sedangkan bila mengutamakan kualitas berarti orientasi pada proses.  Itu juga lah yang sekarang menjadi dilema KPU dalam menghadapi tenggat waktu 9 Mei untuk mengumumkan hasil Pemilu. Mana yang harus dikorbankan akurasi atau jumlah suara yang diselesaikan?

Hal yang sama juga perlu kita refleksikan secara sangat pribadi. Apa yang menjadi orientasi dalam hidup yang kita jalani sehari-hari, apakah tujuan hidup kita dan bagaimana kita akan menjalaninya. Kalau tujuan kita sendiri kita tidak tahu, bagaimana kita bisa mempersiapkan jalan dan cara untuk mencapainya? Kalau kita tidak pernah merancang liburan ini mau kemana, bagaimana kita akan membuat rencana anggaran dan perjalanan? Tiba-tiba waktu itu akan habis hilang begitu saja. Tiba-tiba kita sadar bahwa sekian lama kita telah membuang waktu karena menjalaninya tanpa tujuan, mengalir dan berjalan seperti layaknya robot.

Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa ada satu pilihan yang ditawarkan Tuhan Yesus. Home sweet home, rumah yang menjadi impian semua orang yang ingin melabuhkan raganya setelah menempuh kehidupan pengembaraan di bumi. Rumah yang bisa menampung semua orang  dari penjuru dunia, tanpa perlu berebut dan gak bakal digusur seperti dibumi. Kalau sudah ‘deal’ kita pun bersiap-siap melakukan perjalanan kesana seperti yang ditanyakan Santo Tomas. Proses yang dipersiapkan untuk mencapai “home sweet home” adalah dengan mengikuti jalan yang telah disediakan Kristus dan menjadi serupa dengan Kristus.

Jadi tidak cukup hanya dengan  memiliki nama baptis, tapi apakah kita siap membayar harga untuk mengikuti jalan yang telah diajarkanNya? Tujuan memang penting, tapi proses juga harus dilewati. Tanpa tujuan yang jelas maka hidup kita akan semakin kering dan tiada berarti dilindas berbagai kesulitan dan tantangan hidup. Tapi dengan memiliki tujuan tanpa usaha untuk mewujudkannya, juga membuat diri kita justru berputar-putar bahkan menjauh dari tujuan hidup. Maka sudah sepantasnyalah kita patut bersyukur karena banyak kesempatan tersedia melalui berbagai sakramen dan berbagai pengalaman iman perjumpaan dengan Kristus untuk mengantar kita melalui jalan yang semakin hari semakin dekat   mencapai tujuan: Rumah Bapa.

===================================================================

Bacaan Yoh 14:1-6

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Leave a Reply

Required fields are marked *.