Fiat Voluntas Tua

Siksa Jadi Saksi

| 0 comments

“Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini?”

Kali ini saya tergoda untuk membagikan renungan dari bacaan harian dari Kisah Para Rasul, bukan dari Injil seperti biasanya. Ada hal menarik dari dua orang rasul dalam perikop ini, yaitu tentang Saulus yang bertobat menjadi Paulus dan Ananias. Keduanya tentu telah dipilih dipanggil khusus menjadi rasul Yesus Kristus dan berakhir happy ending menjadi Santo.

Saulus yang begitu jahatnya, fundamentalis yahudi yang bener-bener membenci ajaran Kristus, merupakan satu-satunya orang yang mendapat mandat dari Imam Besar untuk menangkapi dan menghukum para murid. Stefanus adalah martir pertama yang menjadi korban kalapnya Saulus.  Tapi itulah selalu ada blessing in disguise, ada rahmat tersembunyi dibalik tragedi martir nya Stefanus. Kejadian ini melahirkan seorang rasul Kristus yang luar biasa, Saulus menjadi Paulus, rasul yang paling produktif menulis surat berisi berbagai pengajaran, menjadi rasul penginjil terbesar di seluruh Asia kecil. Itulah rahmat pertobatan yang mampu merubah Saulus yang kejam menjadi berbalik 180 derajat serupa Kristus hanya dalam waktu beberapa hari!

Inilah transformasi pribadi tersingkat yang dikerjakan Roh Kudus. Tiga hari tiga malam Saulus buta, tidak bisa makan dan tidak bisa tidur karena shock mengalami perjumpaan dengan Kristus secara pribadi. Beberapa hari kemudian ia bertemu Ananias lalu dapat melihat dan memutuskan tinggal bersama para murid Kristus. Disinilah ia mengalami pembelajaran hidup didalam komunitas gereja awal. Hanya beberapa hari berselang dalam kemunculannya di Bait Allah.

Penampilan terakhir ia memaklumatkan akan mengejar seluruh pengikut Kristus dengan mungkin mengacung-acungkan surat mandat tersebut didepan umat Yahudi. Tapi beberapa hari setelah ia buta dan tinggal dengan para murid, orang yang sama ini berdiri di Bait Allah dan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat ! Bisa dibayangkan betapa bengong dan bingungnya orang Yahudi, yang mana Saulus yang asli? betulkah ia menjadi berbalik dari sang penyiksa malah jadi Saksi Kristus?  Gak heran kalau kemudian ialah yang dikejar-kejar para ahli taurat dan imam Yahudi. Seterusnya kita tahu lah kisah heroik sang rasul dan akhirnya menjadi Santo Paulus.

Tentang Ananias, salah satu dari 70 murid Kristus yang cukup mengenal  Yesus sekian lama. Ia dipilih untuk mempertobatkan dan membawa pesan Kristus bagi Saulus.  Awalnya iapun ragu mengingat betapa jahat dan sadisnya Saulus saat menyiksa para murid terutama Stefanus yang menjadi martir. Toh akhirnya ia tetap melawan keinginan pribadinya untuk menghindari Saulus, dan taat pada pimpinan Roh Kudus.

Berapa seringnya kita mungkin juga ragu seperti Ananias, bahkan melihat mereka yang berseberangan dan memusuhi kita secara terang-terangan sebagai kelompok yang membahayakan dan tidak layak menerima Kabar Baik. Atau sebenarnya juga takut, jangan sampai kitapun ditolak dan akhirnya disakiti. Supaya tidak ditolak, kita memilih orang-orang yang kita rasa aman untuk dilayani, tidak bakalan menyakiti hati kita. Kita perlu menyadari bahwa siapapun tidak bisa menjadi murid Kristus bahkan menjadi saksi Kristus kalau bukan panggilan dan pilihan Kristus sendiri.

Saulus dipilih menjadi saksi Kristus justru untuk bertemu dengan bangsa-bangsa non Yahudi karena dia memiliki dwi-warganegara. Jadi bisa saja Ananias menolak tugas tersebut, dan Tuhan mungkin memakai orang lain lagi yang diutus menjumpai Saulus.  Tapi Ananias memilih tunduk pada bisikan Roh Kudus walaupun ragu juga. Maka kalaupun kita ditolak, bukan kita pribadi yang ditolak.  Kalau mereka menerima Kabar Baik dan menjadi saksi Kristus pun, bukan karena kuat dan gagah kita. Ini semua adalah pekerjaan Roh Kudus melalui kita, Roh yang sama yang bekerja melalui Ananias yang berbuahkan pertobatan dan melahirkan Saksi Kristus.

Jadi kalau di dunia ini masih penuh dengan Saulus-Saulus yang haus kekerasan dan kezaliman, berarti masih dibutuhkan Ananias-Ananias yang ditengah keraguannya masih memilih tunduk pada pimpinan Roh Kudus dan justru tetap menyerahkan diri menjadi sarana pembawa Kabar Baik. Lewat karya Roh Kudus inilah kita mengatasi keraguan pribadi dan mendapatkan keberanian menjadi Saksi Kristus. Jadi kalau kita ragu mewartakan Kabar Baik, jangan-jangan kita sendiri yang menghalangi rahmat sukacita bagi orang lain serta menghalangi lahirnya saksi Kristus lainnya.

==================================================================

Kis 9:1-21

9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”
9:5 Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”
9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.
9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
9:10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!”
9:11 Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”
9:13 Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”
9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”
9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”
9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
9:19a Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.
9:19b Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.
9:20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
9:21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?”

Leave a Reply

Required fields are marked *.