Fiat Voluntas Tua

Tidak Lapar dan Tidak Haus Lagi

| 0 comments

“Barangsiapa datang kepadaKu ia tidak akan lapar lagi dan barangsiapa percaya kepadaKu ia tidak akan haus lagi”

Kalau mengacu pada teori motivasinya Maslow, manusia mengalami berbagai tingkatan motivasi berdasarkan kebutuhannya. Tingkat terendah adalah pemenuhan kebutuhan fisik seperti pangan, papan dan sandang. Lalu naik pada kebutuhan akan keamanan seperti takut bangkrut, PHK, keamanan lingkungan dan jaminan kesehatan. Ada lagi kebutuhan akan dicintai, diterima dalam komunitas dan pertemanan secara sosial…. gak heran kalau bahasa Indonesia menempati urutan kedua terbanyak digunakan di FB (Facebook) ! Kayaknya semua orang harus tahu apa yang saya lakukan :D Tingkat berikutnya adalah kebutuhan akan penghargaan yang kadang sulit dimengerti orang lain. Kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan self esteem bisa berakibat fatal seperti banyaknya kasus bunuh diri di Jepang;  kalau di Indonesia ratusan caleg stres berat menghadapi kegagalan peraihan suara. Tingkat kehausan dan kelaparan manusia tertinggi menurut Maslow adalah kehausan akan pemenuhan atas keadilan, kebenaran serta kebijaksanaan setara apa yang sedang diperjuangkan para korban Tragedi Semanggi,  meninggalnya David Hartanto bahkan kasus para TKI/TKW dan  kasus Manohara serta ribuan perempuan korban KDRT.  Tidak banyak orang bisa mencapai tingkat kepuasan ini karena memang dibutuhkan perjuangan yang lama dan mahal harganya.

Tantangan kita sebagai murid Kristus adalah mengenali berbagai tingkat kelaparan dan kehausan ini, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi diri orang-orang lain. Kegagalan mengenali kebutuhan diri membuat kita terobsesi pada hal-hal yang menipu diri dan berujung kekecewaan dan frustasi berkepanjangan, ujungnya bisa meninggalkan iman dan tidak lagi percaya pada Tuhan. Betulkah kita menginginkan suatu posisi karena kebutuhan finansial atau karena tidak mau kalah dengan kawan sekantor atau karena gengsi? Demikian pula bila kita alpa mengenali kebutuhan orang lain, memberikan ribuan kata-kata yang menghibur dan meneduhkan padahal yang dibutuhkan adalah pekerjaan yang menghasilkan uang bagi seorang kepala keluarga agar harga dirinya tidak jatuh. Gak heran banyak karya sosial terkesan seperti proyek mercusuar karena tidak menyentuh pada kebutuhan hakiki para korban atau warga binaan.

Semakin kita mengenali Kristus, semakin kita menghidupi firmanNya, kita bisa memahami apa yang dimaksud dengan Roti Hidup. Kita membutuhkan makanan setiap hari, sama seperti kita membutuhkan Firman dan Tubuh Kristus sesering mungkin. Kebutuhan kita bukan hanya makanan seperti yang diuraikan Maslow, tapi banyak hal yang tentunya kalau kurang dipenuhi pun bisa membuat jiwa dan raga kita sakit-sakitan. Dengan semakin memahami karakter Kristus kita juga belajar memahami kebutuhan bahkan kelaparan serta kehausan yang terjadi disekitar kita. Kita tidak buta akan kebutuhan orang lain dan menjadi peka serta peduli karenanya.

Marilah kita senantiasa lapar dan haus untuk mencecap FirmanNya.  Percayalah hari ini kita makan nasi yang sama seperti yang kita makan selama puluhan tahun, tetap saja nikmat di mulut dan nyaman diperut saat lapar. Firman yang sama kita baca bahkan hosti yang kita santap sejak puluhan tahun, tetap nikmat bagi  jiwa dan raga kita. Dialah Roti Hidup yang selalu mengenyangkan kita setiap saat.

==================================================================

Bacaan Yoh 6:30-35

“Maka kata mereka kepada-Nya: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi

Leave a Reply

Required fields are marked *.