Fiat Voluntas Tua

MENGENANG PATER BEEK, SJ : LARUT TETAPI TIDAK HANYUT

| 5 Comments

Pater Beek, SJ adalah sosok yang memiliki kepribadian unik, menarik : tegas, disiplin, logis, realistik, sportif, konsekuen dan saleh. Menurutnya, setiap orang mempunyai kebebasan menentukan pilihan politiknya. Dia tidak suka terhadap seseorang yang mengatasnamakan atau menyatakan diri mewakili sesuatu komunitas, terutama komunitas agama Katolik. Ia membatasi kegiatannya hanya pada wilayah filosofi dan spiritual, bukan politik praktis.

Pembekalan wawasan ideologi berdasar pada semangat cinta kasih. Banyak buah pikirannya, misalnya tentang keadilan, kesejahteraan rakyat, demokrasi, hubungan agama dan negara, juga kritiknya terhadap Nasakom, barangkali memberi inspirasi pada penulis-penulis/scholar anak didiknya pada masa itu dan generasi selanjutnya

Terhadap anak binaannya, Ia bertindak sebagai penasihat. Pembekalan wawasan atau nasihat seputar semangat cinta kasih, dan menanamkan kesadaran mengenai tugas awam Katolik. Menurut Pater Beek, awam Katolik tidak hanya melakukan tugas “manus longga” saja, namun yang perlu dilakukan adalah tugas “kerasulan awam”. Ia juga menyelengarakan khalwat atau “retreat” secara khusus bagi para sarjana dan mahasiswa selama sebulan. Kegiatan ini kemudian dikenal dengan “khasebul”, singkatan dari “khalwat sebulan”. Bagaimana kelanjutan khasebul itu sepeninggal Pater Beek?

Buku ini memaparkan perjalanan hidup, Pater Joseph G. Beek, SJ selama hidupnya serta ide dan gagasannya yang sangat berharga bagi Gereja dan Bangsa. Dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi kegiatannya. Buku berukuran 17.5 x 25 cm ini dibuat dalam rangka peringatan 25 tahun meniggalnya. Sumber : Penerbit OBOR

5 Comments

  1. Saat saya masih kecil, sekitar kelas 4 atau 5 SD, sempat bertemu Pater Beek di Gudang Peluru. Saya diajak kedua kakak saya yang menjadi muridnya dan pernah ikut Khasebul. Kedua kakak saya adalah panutan saya dari kecil sampai sekarang karena sikap hidupnya yang luar biasa. Usia saya sekarang sudah 38 tahun.

    Begitu bertemu Pater Beek, rambut saya yang ikal dijambaknya dan kepala saya dibenturkan ke perutnya yang besar. Namun herannya, saya tidak shock atau takut. Saya justru merasakan cinta dan sikap melindungi dari Pater Beek. Kakak saya yang justru ketakutan mengira bahwa saya akan menangis dan lari ketakutan.

    Sayang saya belum sempat besar untuk ikut Khasebul karena Pater Beek sudah dipanggil Tuhan. Sampai sekarang, saya masih dapat melihat karya Pater Beek melihat dan merasakan semangat Pater Beek lewat kedua kakak saya.

    Viva Pater…

  2. Orang yang tak berani ambil resiko tak pantas disebut sebagai pengikut Kristus. Mengikuti Kristus bukanlah membuntuti-Nya, melainkan menjadi ‘duplikat’-Nya. Menjadi Kristus-kristus yang menyejarah, hadir dalam konteks kekinian namun berpegang teguh pada ‘prinsip kemuridan-Nya’.

    Pater Beek tidak pernah mengajak orang membuntuti Kristus, melainkan menjadikan Kristus aktual dalam situasi sekarang. Ia mendidik anak asuhnya untuk berpegang teguh pada prinsip kemuridan. Tanpa prinsip orang akan terombang-ambing, mudah ikut arus, terseret dan terbawa hanyut begitu saja mengikuti kuatnya arus gelombang.

    Dengan menekankan kebersahajaan (dalam simbolisasi GARAM), setiap murid Kristus ambil bagian dalam ‘mewarnai’ dunia dengan takaran yang pas, yaitu kasih, kemanusiaan, dan universalitas.

  3. Aku pernah lihat di gramed ada buku tentang Pater Beek, Freemason & CIA. Kayaknya sih masih baru. Buku itu ingin melihat Paterbeek dari sudut pandang yang berbeda. Pater Beek yang terlibat dengan kejadian-kejadian besar di masa Orba.

  4. kayaknya buku ini semacam biografi pater beek. saya banyak mendengar tentang khasebul atau kasbul. bagaimana pengaruh kasbul dan cara beek merekrut anggotanya, sangat tidak saya saya sangka2. sayang buku ini tidak terlalu mengungkap sepak terjang beek (yang kadang tak nampak) dalam perpolitikan nasional

  5. Sosok Pater Beek masih misterius untuk saya, karena sampai saat ini bukunya ( Larut tapi tidak hanyat) belum saya dapatkan. Tapi yang jelas, dari pengakuan beberapa sahabat saya dan ulasan2 tentangnya, pegangan dasar untuk berorganisasi dan proses mencari sosok Jesus dapat kita temukan dalam spirit yang dibawa oleh Pater Beek. Menjadi seorang kristiani dan ikut terlibat dalam problem sosial adalah hal yang perlu kita lakukan karena inti iman kristiani adalah peristiwa inkarnasi. Allah hadir dalam sejarah umat manusia dan turut terlibat dalam sejarah itu. Pro Ecclesia Et Patria

Leave a Reply

Required fields are marked *.