Fiat Voluntas Tua

Perempuan Dibalik Tirai

| 0 comments

“Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.”

Kalau membaca otobiografi orang-orang sukses, pasti ada wanita-wanita yang mendukung jatuh bangunnya karya mereka. Peran mereka disebutkan dalam tulisan awal di tiap success story. Ada ibu Inggit dibalik Bung Karno,  dibalik sukses SLANK ada seorang ibu yang akrab dipanggil Bunda oleh para slankers. Umumnya kalau bukan ibu yang mendampingi, istri adalah pendorong dan inspirator para pria yang sukses tersebut. Mereka mengambil posisi dibalik layar, sibuk di urusan belakang panggung. Jarang tampil didepan publik bersama sang tokoh, tapi dengan senyum mengiringi setiap langkah yang diambil untuk menggapai impiannya. Bagi para pendamping ini, tidak ada keinginan untuk di expose ataupun di cantumkan di halaman pertama otobiografi. Tak pernah terpikirkan. Mereka dengan tulus mendampingi dalam suka dan duka.

Injil hari ini mengisahkan rombongan besar Yesus yang berkeliling dari desa ke desa, dari kota yang satu ke tempat lain. Keperluan romobongan timutama yang semuanya 100 % laki-laki ini ternyata juga memerlukan biaya. Butuh dana konsumsi, akomodasi, perlengkapan dsb. Termasuk juga mengatur itinerary perjalanan, kemana setelah ini,undangan makan perlu diatur agar tidak bertabrakan. Ada sekretaris yang mencatat keperluan logistik dan melayani permintaan macam-macam. Dan ternyata itu biayanya tidakserta merta otomatis tersedia. Para murid pun pernah kelaparan sehingga terpaksa makan bulir gandum di hari Sabat.

Rupanya rombongan besar ini memiliki pembagian tugas tersendiri. Didunia patriarkal seperti Yahudi, tempat perempuan memang di belakang laki-laki. Tetapi peran para perempuan ini sama pentingnya dengan para lelaki yang berjalan bersama Yesus. Para perempuan ini pun terlibat dalam pelayanan karena Yesus tidak membeda-bedakan antara perempuan dan laki-laki. Mereka pun disembuhkan dan disapa Tuhan Yesus. Sehingga sebagai tanda syukur atas sapaan dan sentuhan Yesus dalam kehidupan mereka, para perempuan ini rela mengikuti bahkan ikut membiayai pelayanan Kristus. Tentu para suami mengijinkan istrinya terlibat karena juga merasakan rahmat Tuhan Yesus yang diterima isterinya mengalir kepada keluarga mereka. Bila dirasa memberatkan pastinya para perempuan ini tidak diijinkan mengikuti dan membiayai pelayanan Yesus.

Bagaimana para perempuan saat ini terlibat dalam karya pelayanan yang ada ditengah masyarakat? Apakah kekayaan yang ada digunakan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarganya? Perempuan yang mengalami perjumpaan dengan Yesus dalam hidupnya, tidak hanya menyerahkan waktu untuk terlibat dalam pewartaan Kabar Baik, tapi juga kekayaannya. Mereka menyadari pada akhirnya kekayaan juga adalah milik Tuhan yang perlu digunakan untuk kemuliaan KerajaanNya. Mereka juga menyadari bahwa rahmat yang diterima seluruh keluarganya juga adalah akibta perjumpaan nya dengan Yesus; suaminya diberkati dengan usaha dan kesehatan, anak-anaknya diberkati dengan suka cita dan kesejahteraan. Maka satu-satunya cara adalah mengembalikannya dengan memperluas Kerajaan Surga melalui karya pekabaran Injil, baik dengan waktu dan dengan apa yang dimilikinya.

Soal berada dimana, didepan atau dibalik tirai, sudah tidak penting lagi, karena semua tetap memiliki bagian yang sama bagi dimuliakannya Kerajaan Surga. Semoga kita yang telah menerima rahmatNya, terutama telah disembuhkan dan dipulihkan tetap dengan rendah hati melayani Dia melalui setiap karya, setia bersyukur melalui setiap waktu yang diberikan dan kekayaan yang digunakan bagi perluasan kasihNya.

====================================================================

Bacaan Luk 8:1-3

“Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Leave a Reply

Required fields are marked *.