Fiat Voluntas Tua

Id Quod Volo: Apa Yang Kuinginkan

| 0 comments

Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.

Ada satu aturan yang disepakati antara saya dan Sekar. Setiap kali saya atau dia membeli sepatu dan baju baru, maka kita harus mengeluarkan dan membuang dua kali lebih banyak dari yang sudah ada. Kenapa? Saya pusing juga melihat tumpukan baju dan sepatu di kamarnya, karena membuat lemari penuh sesak tetapi tidak selalu digunakan semua. Selalu ada alasan untuk tidak mengeluarkannya, padahal sudah tidak cukup lagi karena ia bertambah besar. Maka daripada disebut ‘diktator’ lebih baik saya buat aturan diatas. Tahun lalu aturannya beli satu, keluar lima baju. Sekarang beli satu baju, keluar dua baju.

Hal serupa inilah juga yang diinginkan Yesus dari para Ahli Taurat, mereka yang telah memahami segala isi Taurat, tidak siap menerima pengajaran baru dari Yesus. Mereka tidak mau memperbaharui perbendaharaan pengetahuan dan imannya, maka mereka tidak bisa menerima ajaran Yesus. Tawaran itu berlaku bagi semua orang, tapi kebebasan setiap orang lah yang telah mendengar Kabar Baik akan menerima atau menolaknya.

Kita sering bertanya pada anak-anak apa yang mereka inginkan, mereka juga kadang sulit mengatakannya. Masih perlu bantuan orang tua untuk mengarahkan kepada yang baik dan berguna bagi mereka. Saat raja Salomo ditanya apa yang diinginkan, ia tidak meminta kekayaan atau nyawa musuhnya. Tapi ia tahu persis yang diperlukannya-”Kutahu yang kumau”- Salomo hanya meminta kebijaksanaan untuk memutuskan yang baik dan benar sesuai dengan standard Allah. Maka ia mendapatkannya, dan Salomo menjadi raja yang paling terkenal bijaksana dan pandai sepanjang sejarah. Salomo tahu sebagai raja ia membutuhkan kemampuan untuk menjadi bijaksana. Seandainya semua pejabat negara di berbagai level meminta yang sama seperti raja Salomo, negeri ini masih bisa terselamatkan.

Hari ini Injil mengingatkan kita untuk mencari tahu dengan sungguh-sungguh apa yang kita inginkan dalam hidup. Sesuatu yang begitu bernilai dan berharga, yang kita akan lakukan apapun termasuk melepaskan apa yang ada dalam genggaman kita, apa yang kita miliki saat ini. Kita juga belajar dari Salomo mengenali apa yang kita inginkan tapi juga siap untuk menerima konsekwensinya. Saat kita memohon sesuatu pada Tuhan, tangan kita terbuka kepadaNya, maka selayaknyalah tidak ada apa-apa dalam genggaman kita. Marilah kita datang kepadaNya dengan pengosongan diri, dengan melepaskan apa yang selama ini kita pegang dan menjadi sumber pengharapan. Maukah kita mengosongkan dan melepaskan pegangan pada hal-hal lain yang selama ini kita lakukan dan kembali menggenggam tangan Nya? Seharusnya hanya Dialah sumber harapan dan sumber kekuatan kita yang begitu berharga untuk dilewatkan dalam kehidupan kita yang hanya 60-80 tahun.

===================================================================

Bacaan Mat 13:44-52

13:44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
13:47 “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
13:48 Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
13:51 Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.”
13:52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

Leave a Reply

Required fields are marked *.