Fiat Voluntas Tua

Kisah Di Balik Layar : Hee Ah Lee

| 2 Comments

Bukunya The Four Finger Pianist telah dilaunching dan berikut Sinopsisnya :

Namaku Hee Ah Lee. Aku hanya memiliki empat jari, masing-masing dua pada setiap tangan. Tetapi, aku jago main piano, lho. Bahkan aku pernah tampil bersama Richard Clayderman di Gedung Putih, Amerika.

Kakiku hanya sebatas lutut. Tetapi, aku bisa berjalan kemanapun aku ingin. Ayahku sudah meninggal saat aku berusia 11 tahun. Tetapi, aku memiliki seorang ibu luar biasa yang sangat menyayangiku.

Aku sadar aku memiliki kekurangan, tetapi aku juga punya kelebihan. Aku memang lemah di satu sisi, tetapi kuat di sisi lain. Aku anak yang selalu bahagia, dan senantiasa beryukur atas segala anugerah Tuhan dalam hidupku. Melalui buku ini, aku ingin berbagi cerita dan kebahagiaan kepada kalian semua. Karena, ternyata benar, jika kita menginginkan sesuatu dan berusaha menggapainya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Dan, jika aku saja bisa begitu, mengapa kalian tidak?

Note: Dibalik kesuksesan Hee Ah Lee, ibunya lah yang pertama-tama mengambil keputusan untuk memelihara bayi yang cacad ini. Ia berusaha sekuat tenaga menumbuhkan potensi anaknya. Piano dipilih justru untuk melatih jari-jarinya yang cuma empat, itupun satu jari tidak berengsel bahkan lunglai seperti tak bertulang. Siapa yang menyangka ia akan menjadi pianist yang handal? Doa dan iman yang teguh yang membuat ibunya bertahan dalam mengatasi kendala anaknya. Ia sendiri yang menjadi manajer anaknya. Kelemahannya menjadi kekuatannya, dan inilah juga yang digunakan Hee Ah Lee untuk memberitakan Kabar Gembira keseluruh dunia. When God can use me, why not you?? Demikian katanya selalu.

Mujizat bisa terjadi saat satu orang berani bertindak dengan iman, dan terus menerus melakukannya walaupun tantangannya berat dan panjang perjalanannya karena ia tahu Tuhan ada bersamanya.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=AKDGoHa9eCA]

2 Comments

  1. Dear mbak Ratna,

    Senang sekali bisa berkenalan dengan mbak Ratna< kebetulan dalam seminar "The Catholic Way" saya hadir dan menjadi moderatornya, mohon koreksi nama saya Theresia Mey Lianny (beberapa teman memanggil saya mbak Mey atau Meyli atau Meyli Kwa) terima kasih dan Tuhan memberkati kita semua
    (mey@serta.co.id)

  2. Salam kenal juga mbak Mey, sudah saya koreksi dan mohon maaf atas kesalahan penulisan nama ya.

Leave a Reply

Required fields are marked *.