Fiat Voluntas Tua

Good News & Bad News

| 0 comments

“Janganlah kuatir akan hidupmu”

Wah.. senang sekali akhirnya bisa kembali keperadaban. Beberapa hari ini terpaksa off line karena saya diminta mengajar di seminar Haggai Institute di Bali yang diadakan khusus bagi para kepala sekolah. Lokasinya yang di lereng gunung dan terpencil tidak memungkinkan sinyal 3G ataupun HSDPA bekerja… mau gimana lagi? Tapi saya pasti lengkapi hari-hari renungan yang ‘bolong’.

Ok itu berita baiknya, berita buruknya, saya tidak berdaya saat dokter meminta saya tidak pulang alias harus dirawat di Rumah Sakit karena diindikasikan DBD. Memang sejak sebelum berangkat ke Bali sempat panas tinggi, tapi setelah istirahat dan merasa sedikit enak saya tetap berangkat. Beberapa hari kemudian panas tinggi kembali menyerang, dan akhirnya membawa saya terbaring di tempat tidur rumah sakit. Mohon doanya ya supaya saya bisa cepat pulih.

Kabar Baiknya Injil hari ini mengingatkan kita untuk NO WORRY. Jangan khawatir akan apa yang kita makan, minum dan pakaian. Burung-burung aja dipelihara Tuhan apalagi kita manusia. Tapi kenyataannya manusia bisa begitu tamaknya mengumpulkan harta, tidak hanya untuk 7 turunan tapi sampai dengan menghalalkan segala cara. Tidak ada kata ‘cukup’ sehingga tidak peduli lagi akan sesama yang masih berkekurangan. Kenyataan lain, kita bisa melihat di berbagai mall baju-baju yang bernilai wah bahkan lebih dari gaji pembantu saya. Herannya kok ada saja yang beli ya.

Kabar buruknya Injilhari ini jangan juga diartikan bahwa dengan demikian kita juga tidak perduli akan makan dan minum serta pakaian. Burung diudara memang dipelihara Tuhan, tapi burung harus terbang mencari makanan dan tetap harus membuat sarang sendiri. Kita tetap tidak bisa bermalas-malasan dan menggantungkan hidup hanya dengan doa. Harus ada usaha dan persiapan menghadapi kehidupan ini.

Mengisi hidup dengan berbagai karya positif jauh lebih penting daripada hidup asal-asalan atau yang hidupnya sangat berkelimpahan tapi tidak berarti. Hidup lebih penting dari makan dan minum. Bagaimana hidup kita setelah kematian tergantung bagaimana kita melihat dan mengisi kehidupan yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita.

Demikian juga dengan tubuh, dinilai lebih penting untuk dipelihara dan diperhatikan daripada ‘bungkus’ luarnya. Gakenak banget sakit begini, berdiri saja pusing, makan rasanya mual sehingga apapun tidak bisa dinikmati, Membaca sedikit saja pusing. Makanya lebih baik menjaga kesehatan dengan makanan dan istirahat yang seimbang, sehingga karya kita tidak terganggu karena kesehatan. Apa artinya kekayaan kalau pada akhirnya tubuhpun diserang berbagai penyakit di masa tua? Akhirnya hidup menjadi tidak maksimal dalam melakukan tugas perutusan Allah di bumi ini.

Jadi jangan khawatir akan apa yang dimakan dan diminum tapi juga perhatikan apa yang kita makan dan minumagar tidak merusaktubuh. Makanan dan minuman rohani jauh lebih dibutuhkan karena itulah yang mengenyangkan hidup kita. Yang membuat kita merasa selalu ‘cukup; akankasih Tuhan dan akhirnya membuat kehidupan kita berarti bagi banyak orang. Dan gunakanlah pakaian keutamaan Allah seperti rendah hati, damai, sukacita, kerelaan, murah hati, mau membantu orang lain yang berkesusahan. Kalau saja semua orang berpakaian seperti ini alangkah indahnya dunia.

====================================================================

Bacaan: Mat 6:24-34)

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Leave a Reply

Required fields are marked *.