Fiat Voluntas Tua

Sosialisasi CU Bererod Gratia di Paroki Blok Q

| 2 Comments

Setelah disiapkan selama tiga minggu berturut-turut dengan membagikan flyer serta tulisan tentang Credit Union dan kesaksian anggota CU, akhirnya pada hari Minggu, 4 Mei 2008, di Gedung Loe Soekoto Paroki SP Maria Ratu Blok Q, dilangsungkan sosialisasi Credit Union Bererod Gratia (CUBG). Sosialiasi ini merupakan Aksi Nyata Paskah 2008 yang hendak menawarkan jalan kepada umat untuk meningkatkan kesejateraan dan solidaritas. Sekitar 130 orang dari Paroki Blok Q dan paroki tetangga hadir dalam sosialisasi ini. Empatpuluh orang di antara sudah menjadi anggota CUBG di Blok Q pada awal 2007. Bapak Purwanto dan Harjono (Pengurus CUBG) dan Christine Tandibua (Manajer CUBG) hadir sebagai pembicara.

Dalam sambutan awal, Romo Sumarwan, SJ menempatkan gerak Credit Union dalam kerangka penghayatan iman. “Ketika membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, Allah menjanjikan tanah yang berlimpah susu dan madu!” demikian Romo Sumarwan menegaskan bahwa Allah menghendaki umat-Nya sejahtera. Ditambahkannya pula bahwa “Allah menghendaki umat-Nya, khususnya umat yang miskin, mempunyai hidup yang penuh dan melimpah.” (Yoh 10:10) “Credit Union adalah salah satu usaha kita, bersama-sama dengan Allah, untuk mengubah nasib, mengupayakan agar kehendak Allah terlaksana,” tandasnya.

Dengan tetap mengakui bahwa CU hanyalah satu cara di antara banyak usaha untuk membantu warga miskin meningkatkan kesejahteraan, Romo Sumarwan menampilkan sumbangan besar CU bagi peningkatan ekonomi kerakyatan. Dipaparkannya bahwa hingga akhir 2007 di Kalimantan telah berdiri lebih dari 40 CU dengan total anggota lebih dari 400 ribu orang. Angka ini hampir setara dengan keseluruhan umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta yang berjumlah 447 ribu orang (data 2004). Asset CU-CU tersebut, yang seluruhnya dikumpulkan dari anggota, telah mencapai Rp 2 trilyun lebih; Rp 1,7 trilyun di antaranya telah dipinjam oleh anggota sebagai modal untuk usaha dan peremajaan kebun karet, maupun untuk membiayai perbaikan rumah, menyekolahkan anak, membeli motor dan memenuhi kebutuhan lain.

Meskipun CUBG masih kalah jauh dibanding CU-CU besar di Kalimantan, Romo Sumarwan yakin akan potensi besar dalam CUBG: “Pada akhir Maret 2008 anggota CUBG baru 2.284 orang, tapi telah berhasil mengumpulkan asset Rp 18,1 milyar; Rp 14,3 milyar di antaranya telah dipinjam anggota. Jumlah ini melebihi total APP KAJ 2007 sebesar Rp 8 milyar yang dikumpulkan dari 60 paroki.”

Bapak Purwanto menceritakan bahwa CUBG didirikan pada 15 Mei 2006, difasilitasi oleh KWI. “Bererod” diambil dari bahasa Betawi yang berarti beriringan, sementara “Gratia” diambil dari bahasa Latin, berarti rahmat. Melalui wadah CUBG para anggota berharap dapat secara bersama-sama memperoleh rahmat.

Tidak seperti CU di Jawa yang biasanya membatasi pelayannnya pada satu kawasan atau kelompok tertentu, CUBG memang dirancang untuk menjadi besar. Dengan Kantor Pusat di KWI Jl Cikini II/10, CUBG kini telah mempunyai Tempat Pelayanan di Tanjung Priok, Tangerang, Pondok Kelapa, Bintaro, Duren Sawit, Kampung Sawah, Blok Q dan Pamulang. Wilayah Jawa Tengah, yaitu di Wedi dan Ambarawa, serta Yogyakarta (Babarsari) pun sudah mulai dirambah.

Juga dijelaskan seluk-beluk CUBG berserta keuntungan yang diperoleh anggota, misalnya seperti Balas Jasa Simpanan (BJS) Saham dan BJS Megapolitan yang tinggi sebesar 14% per tahun, tanpa potongan pajak dan biaya administrasi. Selain dapat meminjam maksimum tiga kali simpanan, anggota diikutkan asuransi jiwa lewat Jalinan BK3D Kalimantan tanpa harus membayar premi dengan klaim ahli waris sebesar simpanan (maksimum Rp 25 juta). Apabila seorang anggota meninggalkan atau mengalami kecelakaan sehingga tak mampu mengembalikan pinjaman, utangnya dilunasi oleh Jalinan juga. Yang tak kalah penting, menurut Pak Pur, anggota dididik untuk mengatur keuangan dengan cermat dan merencanakan masa depan.

Untuk memberi kesempatan bagi peserta mengajukan pertanyaan secara lebih leluasa, setelah paparan dari pengurus CUBG dan tanya jawab terbatas, perserta dibagi dalam kelompok.. Masing-masing didampingi fasilitator. Sesi ini juga menjadi kesempatan bagi perserta untuk mendengarkan pengalaman para anggota CUBG. Pada akhir acara dibagikan formulir anggota. Sembilan belas orang langsung memutuskan menjadi anggota. Semoga banyak lagi yang menyusul. (Dirangkum oleh Tony)

2 Comments

  1. ayo maju, gratia blok Q. salam am tante ratna….terus samangat bangun blokQ.

  2. garam hanya perlu sedikit, untuk melezatkan sayuran

Leave a Reply

Required fields are marked *.