Fiat Voluntas Tua

CU dan Perutusanku (Ant. Sumarwan SJ)

| 0 comments

( Kata Sambutan Romo Sumarwan pada pembukaan sosialisasi CUBG di paroki Blok Q 4 Mei 2008 )

Saudara-saudari yang terkasih, bahwa pada hari ini saya berdiri di hadapan Anda semua, untuk berbicara tentang Credit Union merupakan suatu kejutan tersendiri bagi saya. Saya tak pernah membayangkan diri akan menjadi seorang promotor CU yang fanatik seperti sekarang..

Saya sudah mengenal Credit Union sejak 90-an. Waktu itu bruder-bruder Budi Mulia merintis pendirian CU di desa saya Tengklik, Kedawung Jumapolo.. Setelah sekian tahun berdiri, pada 2006 CU bernama Ngudi Raharja itu beranggotakan 1.397 orang dengan asset Rp 1,1 milyar lebih. Data ini saya peroleh ketika saya mempersiapkan tahbisan imam tahun lalu. Saya heran juga, desa sederhana seperti tempat saya dapat mengumpulkan dana sebesar itu. Sejak itu saya yakin bahwa CU merupakan sarana tepat bagi rakyat miskin untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan. Ada keinginan pada diri saya untuk meneliti dan tahu lebih banyak tentang kiprah CU ini. Sayang, saya tak punya banyak kesempatan pulang ke desa. Ketika saya berangkat tugas di paroki Blok Q ini, keinginan itu belum kesampaian.

Dan inilah yang saya katakan sebagai kejutan. Di Paroki Blok Q ini Tuhan menjawab keinginan saya. Saya tidak hanya boleh tahu dan meneliti CU, tetapi dipanggil Tuhan untuk ikut mengembangkannya.

Mengapa saya berani mengatakan bahwa saya dipanggil Tuhan untuk mengembangkan CU di sini? Bagi saya pribadi, inti panggilan hidup sebagai murid Yesus adalah ikut serta dalam misi pembebasan-Nya. Kata-kata Yesus dalam Injil Lukas bab 4 selalu menjadi suluh bagi langkah pelayanan saya:

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19)

Adalah indah merenungkan bagaimana Tuhan memberi kesempatan kepada saya untuk terlibat, bagian per bagian, dalam karya pembebasan yang luas dan luhur itu. Tiga tahun terakhir Tuhan memberi kesempatan kepada saya untuk berjumpa dengan para korban pelanggaran HAM tahun 65, yaitu mereka yang dibuang, disingkirkan dan didiskriminasi karena dituduh sebagai anggota PKI. Mendengarkan mereka berkisah dan meneruskan kisah mereka, serta menemani mereka memperjuangkan kebenaran dan keadilan, saya hayati sebagai keterlibatan dalam perutusan Yesus “membebaskan orang tertidas.”

Kini lewat keterlibatan dalam Credit Union, saya diberi kesempatan untuk secara khusus ikut Yesus “menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin dan memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Dalam kotbah hari pertama Novena Roh Kudus yang bertemanya “Roh Kudus mendorong kita untuk meningkatkan kesejahteraan, ” saya sampaikan bahwa Allah tidak menghendaki umatnya miskin dan kere. Ketika membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, Allah menjanjikan tanah yang berlimpah susu dan madu! (Kel 3:8) Tidakkah janji itu disampaikan kepada kita juga?

Ya, kini kita diingatkan lagi: Allah menghendaki umat-Nya – khususnya umat-Nya yang miskin – hidup sejahtera dan dalam kelimpahan (Yoh 10:10). Kini saatnya bagi kita untuk bersama-sama dengan Allah berusaha mewujudkan kehendak-Nya itu. Di sini kita juga dapat meresapkan kata-kata luhur dalam tradisi Islam, “Allah tidak akan mengubah nasib seseorang (suatu bangsa), ketika orang (bangsa) itu tidak berusaha mengubahnya. “

Credit Union adalah salah satu usaha kita, bersama-sama dengan Allah, untuk mengubah nasib, mengupayakan agar kehendak Allah terlaksana, yakni supaya umat-Nya sejahtera.

Credit Union memang hanyalah satu usaha dan salah satu sarana. Tapi jangan anggap remeh usaha dan sarana ini. Pada berbagai kesempatan, saya sudah bercerita tentang pesatnya perkembangan CU di Kalimantan. Hingga akhir tahun lalu di sana sudah ada 49 CU dengan total anggota lebih dari 400 ribu orang lebih (hampir sama dengan jumlah umat katolik KAJ (447 ribu orang – data 2004)). Aset yang mereka kumpulkan dari anggota mencapai 2 trilyun lebih; 1,7 trilyun lebih dipinjamkan kepada anggota sebagai modal untuk meningkatan kesejahteraan.

CU macam inilah yang sedang kita rintis lagi di Paroki Blok Q lewat CU Bererod Gratia (CUBG).. Tujuannya, supaya kesejahteraan umat kita meningkat. Anda ingin tahu potensi kekuatan CUBG? Pada akhir Maret ini anggotanya ‘baru’ 2.284 orang, tapi telah berhasil mengumpulkan asset Rp 18,1 milyar; Rp 14,3 milyar di antaranya sudah dipinjam oleh anggota. Jumlah tersebut di atas jumlah APP KAJ yang ‘hanya’ Rp 8 milyar. Bayangkan berapa dana yang terkumpul dan dapat dimanfaatkan kalau semua orang Katolik KAJ menjadi anggota CU!

Sekarang, secara khusus saya ingin menyapa Saudara-saudari yang berkeyakinan iman bukan Kristen. Tadi saya sudah mencoba mencoba menjelaskan bagaimana kami menghayati usaha kami ber-CU dalam kerangkan iman Kristiani. Saya yakin Anda juga dapat melakukannya kerangka iman Anda pula. Namun yang pasti, CU tetaplah wadah yang terbuka bagi siapa saja yang berkehendak baik dan ingin sejahtera. Dan lewat CU justru kita ingin kita menjalin persaudaraan lintas iman demi satu tujuan: kesejahteraan bersama.

Hidup Credit Union!

Leave a Reply

Required fields are marked *.