Fiat Voluntas Tua

Berakar, Bertumbuh, Berkembang, Berbuah

| 3 Comments

Inilah tema yang disepakati oleh Romo Carol MSF saat mempersiapkan Misa Pengusaha jumat malam kemarin di Semarang. Saya sepakat untuk berbentuk talkshow saat sharing didalam homili, mending dipandu romo Carol daripada saya ‘mblandang’ keluar dari tema. Bagi saya pribadi, setiap diundang memberikan sharing atau renungan, bukan lagi saya membagikan pengalaman iman saya, tapi justru sayalah yang mendapat lebih banyak rahmat peneguhan akan kasih Tuhan. Tiap kesempatan pelayanan adalah berkah melimpah yang semakin membuat saya terkagum-kagum atas kasihNya.

Misa ini diadakan sebulan sekali bagi para pengusaha katolik di Semarang. Homili diisi dengan sharing seorang pengusaha yang sejalan dengan tema saat itu. Tentunya diharapkan para pengusaha katolik semakin bertumbuh dalam iman di market place. Setelah Misa ditutup dengan ramah tamah dan makan malam bersama yang sederhana. Rupanya ide ini akhirnya diikuti dengan Misa Karyawan, Misa Artis dan profesi lainnya. Hhhm.. menarik sekali melihat spiritualitas dalam setiap profesi.

Misa kali ini spesial karena sejalan dengan tema Keuskupan Agung Semarang untuk Anak dan Remaja, yang bertugas untuk pujian adalah anak-anak dan remaja.Bahkan saya terkagum-kagum dengan Aldo yang baru kelas V SD main keyboard dengan cantik dan amat menjiwai lagu yang dimainkannya. Its a wonderfull Mass! Saat homili romo menggiring saya untuk sharing bagaimana saya bisa menemukan ‘akar’ baik sebagai pengusaha dan juga sebagai umat kristiani. Semua berakar pada keluarga dimana saya dibesarkan. Saya melihat cinta kasih Allah ada pada orang tua saya. Seingat saya mereka jarang sekali melarang kami melakukan sesuatu, pesannya selalu “lakukanlah seperti untuk Tuhan”; baik itu memilih hobby, memilih jurusan dan sekolah, pekerjaan, termasuk memilih partai politik. Untuk saya orang tua saya adalah segala-galanya, kalau mereka katakan tidak, saya manut. Sehingga saat satu persatu dipanggil Tuhan, saya seperti anak ayam kehilangan induk. Apalagi saya anak sulung yang selain memikirkan keluarga sendiri, perlu juga memikirkan adik-adik terutama yang belum mandiri serta meneruskan usaha orang tua. Sesaat saya merasakan situasi tidak dapat berbuat apa-apa, tidak ada lagi tempat bertukar pikiran, tidak ada lagi yang mengarahkan. Saya mengagumi ibu saya yang begitu total dalam pelayanan diakonia sehingga tidak hitung-hitungan kalau mendukung setiap karya sosial. Saya juga kagum dengan spiritualitas dan intelektualitas bapak yang arif dalam melihat segala aspek kehidupan, baik bisnis dan spiritual. Terkadang saya bangga tapi juga minder kalau orang lain tahu tentang reputasi bapak. Saya bukan apa-apalah kalau dibandingkan beliau.

Di titik kritis inilah saat saya kehilangan mereka satu persatu, saya semakin melihat kehadiran Allah Roh Kudus, Penolong saya. Saya tidak mau berhenti berbuah walau kelihatannya saya seperti kehilangan dahan tempat bergayut. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu (Yoh 14:18). Injil hari ini sungguh saya rasakan sendiri. Mengingat sharing kemarin, saya seperti flash back melihat penyertaan Tuhan yang semakin nyata setelah saya kehilangan orangtua. Saya bukan hanya kehilangan bapak-ibu jasmani tapi mereka juga bapak-ibu rohani yang membimbing pertumbuhan iman saya.

Tuhan menepati janjinya, sejak saya menjadi yatim piatu, Roh Kudus Penolong membimbing saya menemukan pengganti Bapak dan Ibu. Bukan kebetulan juga kalau sejak saat itu, saya dipertemukan dengan banyak sekali rohaniwan/ti. Relasi yang dibangun pun tidak hanya pertemanan biasa, tapi bahkan beberapa dari para imam ini sudah saya anggap sebagai bapak dan ibu rohani saya. Tempat saya bertukar pikiran tentang berbagai hal dari yang rohani sampai masalah usaha dan keluarga bahkan sampai urusan politik. Merekalah yang membimbing saya untukkembali mencintai Sakramen.

Maka kalau saya bertemu aktivis atau kader yang kelakuannya tidak sejalan dengan imannya, kira-kira tahulah ‘pohon’nya seperti apa. Buah yang baik dihasilkan dari pohon yang baik. Jadi kalau buahnya tidak baik, pasti dia bergantung pada dahan dan pohon yang tidak baik. Saya hanya bisa mendoakan dan mengingatkan mereka untuk kembali kepada Pokok Anggur karena “Diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”

===================================================================

Bacaan Yoh 14:15-21
14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.
14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.

3 Comments

  1. Terima kasih Ibu atas sharingnya waktu anda berada di Semarang.
    Kebetulan waktu itu saya ikut dalam misa tersebut.
    Saya sangat kagum atas perjuangan serta pengabdian anda.
    saya sebagai seorang prodiakon yang belum ada 1 th, juga sebagai seorang wiraswastawan masih belum bisa untuk berkiprah seperti anda. Doakan saya untuk bisa melayani lebih baik lagi pada umat di paroki terutama dilingkungan saya. Saya sering kehilangan Dia, dan dalam masa tanpa Dia saya merasa tanpa pegangan dan mulai mencari Dia. Semoga sharing anda dapat kujadikan contoh dalam mengarungi kehidupan ini. Terima kasih GBU Leonardus didik

  2. Terimakasih juga untuk kesempatan yang diberikan, saya juga merasa mendapat berkat dari Misa Pengusaha kemarin. Kita saling mendoakan agar semakin melekat pada Pokok Anggur dan dengan demikian semakin berbunga dan berbuah dimanapun kita ditempatkan. Tanpa mengenal musim.
    Betul pak kalau kita berjalan sendiri akhirnya merasa khawatir juga apalagi dengan situasi seperti ini. Maaf kalau tidak sempat bertemu kemarin. Salam saya untuk keluarga dan teman2 di Semarang. AMDG

  3. Email dari Romo VIkjen KAS: Thanks, Ratna, for your paying a visit in my home n for your sharing, now! Have a nice day! God bless you, J. Pujasumarta, Pr

Leave a Reply

Required fields are marked *.