Fiat Voluntas Tua

Peraturan dibuat untuk dilanggar?

| 0 comments

“Aku datang untuk menggenapinya”
Sebagai perempuan dan anak paling besar, saya inget sekali bagaimana bapak ibu begitu memperhatikan kegiatan saya. Disaat SMP sampai SMA saya dibebaskan memilih berbagai macam kegiatan dari penyiar radio amatir, basket, volley, softball, drumband, piano, berkuda, sampai karate saya ikuti juga . Naik motor trail pun dijajal ikut-ikutan adik2 saya, tapi gara-gara jatuh kapok deh… semakin gak berani lagi sekarang untuk naik motor, melihat ribuan sepeda motor menyerbu jalanan di Jakarta. Tapi begitu jam 10 malam berhentilah semua kegiatan, gak boleh dilanggar yang satu ini. Baikyang bertamu kerumah maupun pergi keluar, harus berhenti. Kalau mau nekad maka si supir akan keliling cari saya, atau bapak saya sendiri akan mengubek2 tuan rumah untuk cari saya. Kalau masih ada tamu, temen laki-laki saya pasti keder dengan tatapan matanya. Weleh, weleh … malu banget deh pokoknya, jadi daripada dipermalukan lebih baik nurut bo-nyok aja deh.
Baru setelah saya punya anak remaja, saya mengerti kenapa orang tua saya begitu ketat “menjaga” saya sedemikian rupa, sampai waktu itu saya sempat stress dan malu punya bapak “si raja tega”. Tapi herannya kalau untuk anak laki-laki gak seketat aturannya untuk saya. Dia membuat berbagai aturan itu karena sayang sekali dengan anak-anaknya dan berharap kami bisa menahan diri di masa muda kami.
Saat anak saya tanya, bunda kenapa sih Tuhan tidak berbuat apa-apa di dunia ini? Kenapa tetap banyak orang miskin dan orang sakit? Saya menjawab:
kamu lihat gak di koran banyak kecelakaan, di jalanan, ada bis tabrakan, kereta api dan pesawat jatuh, padahal ada menteri perhubungan dan polisi. Itu terjadi karena orang-orang melanggar peraturan yang sengaja dibuat untuk keselamatan mereka, ya termasuk peraturan maintenance kendaraan itu sendiri. Aturan lampu merah dilanggar pasti ada tabrakan, aturan ganti oli gak diikuti pasti mesin mobil cepat rusak lah. Karena peraturan tsb dilanggar, ya otomatis mereka mendapatkan akibatnya. Mereka yang jadi korban kecelakaan adalah akibat ada manusia lain yang melanggar aturan, menteri perhubungan juga gak bisa apa-apa lah.
Banyak manusia hidup dalam kesusahan karena manusia2 lain melanggar berbagai aturan Tuhan. Pada dasarnya aturan yang ada dibuat dengan satu maksud, ada “roh” nya didalam setiap peraturan. Termasuk juga perda-perda yang terkesan diskriminatif, pada awalnya dasarnya baik. Hukum Taurat/Torah pun rohnya atau intinya adalah, Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap budimu dan dengan segenap akal budimu, dan Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Demikian lah Yesus, Nabi Isa, telah memberikan teladan dengan mengikuti seluruh aturan di hukum Taurat, bahkan karena begitu kasihNya bagi manusia Ia rela mengorbankan nyawaNya untuk kita orang yang masih (sering) berdosa ini.
Dari manusia jadul sampai sekarang, memang susah diatur, sangat menggemari kehendak bebas yang merupakan karunia terbesar Allah, malah menghancurkan nyawanya sendiri (juga orang lain) dengan melanggar berbagai aturan. Berbagai pembenaran dipakai untuk alasan melanggar aturan. Perda rokok dan miras yang diharapkan untuk menjaga kesehatan, dilanggar. Perda sampah dan ketertiban juga dilanggar. Aturan yang dibuat manusia saja dilanggar, apalagi aturan2 agama.
Demikian juga kalau si pembuat aturan, tidak mengacu pada peraturan-peraturan ‘dasar’ dan utama, akhirnya malah semakin ruwet. Jadi kalau saja semua orang memperbaiki relasinya dengan Allah, berbalik kepada Nya, maka tentu kita memahami cara membuat aturan dan mengikuti aturan-aturan yang ada, karena Allah telah lebih dulu mencintai kita dan menghendaki semuanya berakhir dengan happy ending……and then they lived happily ever after.

Bacaan : Matius 5,17-19

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif


Leave a Reply

Required fields are marked *.